Wagub Sultra Hugua Tegaskan Pancasila Perekat Bangsa di Tengah 17 Ribu Pulau, Optimis Nilai Luhur Hidup Lewat Pola Asuh Keluarga

Penulis: Yasir  •  Senin, 01 Juni 2026 | 15:10:41 WIB
Wagub Sultra Hugua menegaskan Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman 17 ribu pulau.

KENDARI — Ribuan pulau dan ratusan suku bangsa di Indonesia, menurut Hugua, bisa menyatu hanya karena satu payung ideologi yang kuat. Ia meyakini kekuatan Pancasila menjadi modal besar bagi Indonesia untuk terus berkembang dan disegani di kancah dunia.

"Kita percaya Indonesia akan selalu ada dan menjadi negara yang hebat ke depan karena memiliki ideologi yang begitu kuat dan mantap," ujar Hugua.

Optimisme di Tengah Tantangan Generasi Muda

Hugua tidak menampik bahwa pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila kini semakin jauh. Namun, ia optimistis nilai-nilai tersebut masih hidup melalui pola asuh dan pendidikan di lingkungan keluarga.

"Walaupun ajaran Pancasila mungkin tidak lagi diajarkan secara masif seperti dulu, saya percaya nilai-nilai itu masih diwariskan oleh orang tua. Ideologi ini sesungguhnya adalah budaya yang hidup dalam hati sanubari bangsa Indonesia," kata Hugua.

Ia menekankan, nilai-nilai seperti persatuan, mengutamakan kepentingan umum, dan menjunjung tinggi toleransi harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi Nilai Pancasila di Era Digital

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sultra, Adrian, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini, menurutnya, menjadi pengingat agar nilai-nilai Pancasila terus membumi di Sulawesi Tenggara.

"Kami berharap nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Sosialisasi harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda karena tantangan ke depan semakin besar," ujar Adrian.

Adrian menilai perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa tantangan tersendiri. Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menyaring informasi yang diterima.

"Kita berharap generasi muda tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara formal di sekolah, tetapi juga mampu menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari semangat gotong royong, menghargai perbedaan, hingga menjaga toleransi antarumat beragama," tegasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut adalah faktor utama yang mempersatukan bangsa sekaligus fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Reporter: Yasir
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top