Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Sultra: Wagub Hugua Bacakan Pidato BPIP, Tekankan Pancasila sebagai Jangkar Moral Bangsa

Penulis: Yasir  •  Senin, 01 Juni 2026 | 15:10:42 WIB
Wakil Gubernur Sultra Hugua membacakan pidato BPIP dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

KENDARI — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN). Personel TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, Tagana, dan pelajar SMA/SMK juga turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar di halaman Kantor Gubernur tersebut.

Prosesi: Pengibaran Bendera oleh Paskibraka hingga Pembacaan Teks Pancasila

Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebelum pengibaran, Wakil Gubernur Hugua menyerahkan bendera secara simbolis kepada Paskibraka selaku inspektur upacara. Komandan upacara, Mayor Cpl. Muh. Awaluddin, memimpin jalannya seluruh prosesi.

Setelah pengibaran bendera, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Adrian, membacakan teks Pancasila. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh perwakilan Paskibraka.

Isi Pidato: Pancasila sebagai Bintang Penuntun di Tengah Disrupsi Global

Dalam pidato yang dibacakan Wagub Hugua, Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi menekankan bahwa Pancasila adalah bintang penuntun dan jangkar moral bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila disebut menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia.

"Pancasila bukan sekadar diingat setiap tahun. Ia harus menjadi fondasi dalam setiap langkah kita sebagai bangsa," demikian inti pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Pesan untuk ASN dan Masyarakat: Persatuan dan Perdamaian Jadi Prioritas

Wagub Hugua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan perdamaian di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, perbedaan adalah keniscayaan, namun persatuan adalah harga mati yang harus dirawat bersama. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa ideologi negara harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di atas kertas.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana khidmat mewarnai seluruh rangkaian acara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut.

Reporter: Yasir
Sumber: kendari.terkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top