KONAWE SELATAN — Sebanyak 39 peserta, terdiri dari 21 orang memiliki hak penuh dan 18 peserta peninjau, mengikuti Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KM Bulukumba) Sulawesi Tenggara. Kegiatan berlangsung di Villa Sparko, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Muswil dihadiri perwakilan dari delapan Dewan Pengurus Daerah (DPD), yaitu Kendari, Bombana, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan. Selain itu, tokoh masyarakat dan warga Bulukumba yang berdomisili di berbagai kabupaten/kota di Sultra juga turut hadir.
Forum ini tidak hanya memilih ketua dan tim formatur untuk menyusun kepengurusan baru. Sekretaris DPW KM Bulukumba Sultra yang juga pimpinan sidang, Dr. Syamsir Nur, menyebut Muswil adalah momentum konsolidasi dan silaturahmi seluruh keluarga besar organisasi.
"Selain melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi, forum ini juga merumuskan program-program kerja yang bersifat inisiatif maupun partisipatif sebagai arah gerak organisasi ke depan," ujar Syamsir dalam keterangannya.
Syamsir menekankan, penguatan organisasi dibangun melalui semangat harmoni, baik secara kelembagaan maupun personal antaranggota. Menurutnya, harmoni itu diwujudkan dengan melahirkan gagasan konstruktif serta memperkuat aksi sosial kemasyarakatan.
"Keberadaan organisasi benar-benar harus memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
DPW juga mendorong optimalisasi peran DPD yang sudah terbentuk dan mempercepat pembentukan DPD di wilayah yang belum memiliki kepengurusan. Langkah ini diyakini mampu memperluas jangkauan organisasi ke seluruh warga Bulukumba di Sulawesi Tenggara.
Muswil kali ini mengusung tema "Mempererat Persatuan, Membangun Sinergi dan Mewujudkan Kerukunan Masyarakat Bulukumba yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkontribusi bagi Pembangunan Sulawesi Tenggara".
DPW KM Bulukumba Sultra berharap forum ini melahirkan kepemimpinan yang solid, memperkuat sinergi antardaerah, serta memperluas jaringan kelembagaan. Organisasi juga menargetkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Rekomendasi strategis yang dihasilkan dalam Muswil diharapkan menjadi pijakan bagi KM Bulukumba Sultra untuk terus berkembang sebagai organisasi perantauan yang mandiri dan bermanfaat.