KENDARI — Sebanyak 84 putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara resmi diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Prosesi pelepasan dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra pada Sabtu (11/7/2026).
Para casis ini telah melewati seluruh tahapan seleksi Panitia Daerah (Panda) Polda Sultra. Mereka akan ditempa menjadi insan Bhayangkara yang profesional dan siap mengabdi di Bumi Anoa.
Rincian casis yang dilepas terdiri dari 72 calon Bintara Polki, 10 calon Bintara Polwan, 1 calon Tamtama Brimob, dan 1 calon Tamtama Polair. Mereka tidak hanya akan dididik di Sulawesi Tenggara, tetapi juga tersebar di beberapa daerah lain.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa pendidikan pembentukan akan menguji disiplin, fisik, mental, dan karakter para calon anggota Polri. Ia meminta seluruh casis mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Pendidikan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri akan menempa para calon anggota menjadi insan Bhayangkara yang memiliki disiplin tinggi, fisik yang prima, mental yang tangguh, serta karakter yang siap menghadapi tantangan tugas kepolisian,” ujar Kapolda.
Ia juga berpesan agar para casis menjaga nama baik diri, keluarga, dan institusi, serta tidak mengecewakan kepercayaan orang tua. Soliditas dengan rekan seangkatan dan semangat pengabdian yang tulus juga ditekankan sebagai bekal selama menempuh pendidikan.
Marjoni (53), seorang buruh bangunan, tak kuasa menahan bangga saat melepas putranya yang lolos menjadi calon anggota Polri. Ia berharap anaknya dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan kelak menjadi anggota Polri yang amanah.
Sementara itu, Salsha Amalia (18), calon Polwan asal Baubau, menjadi sorotan setelah meraih nilai tertinggi pada seleksi Panda Polda Sultra. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal sejak awal, baik fisik, akademik, maupun mental.
“Saya bertekad mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi Polwan yang profesional serta mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Salsha.
Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mendidik dan membimbing putra-putrinya hingga berhasil lolos seleksi. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga yang patut disyukuri.
Para casis diingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama pendidikan agar dapat kembali sebagai Bhayangkara yang profesional, siap mengabdi di Sulawesi Tenggara.