SULAWESI TENGGARA — Netflix, raksasa streaming asal Amerika Serikat, dikabarkan tengah mempersiapkan fitur baru berupa saluran TV langsung yang selalu aktif. Informasi ini pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal pada pekan lalu, mengutip sumber internal yang dekat dengan rencana strategis perusahaan.
Alih-alih mewajibkan pengguna memilih dan menonton satu per satu episode drama seperti "Avatar: The Last Airbender" atau thriller "I Will Find You", konsep baru ini memungkinkan pemirsa menyalakan satu saluran dan membiarkannya berjalan di latar belakang. Ini mirip dengan pengalaman menonton TV kabel klasik, namun dikemas dalam platform digital.
Dengan model "always-on" ini, Netflix akan bersaing langsung dengan layanan gratis berbasis iklan seperti Pluto TV dan Tubi. Keunggulan kompetitifnya ada pada potensi pendapatan iklan: siaran langsung biasanya tidak memungkinkan pemirsa melewati (skip) iklan, sehingga nilai komersialnya lebih tinggi bagi pengiklan.
Selain saluran langsung, WSJ melaporkan Netflix juga tengah menjajaki opsi bundling dengan layanan streaming lain. Peacock disebut-sebut sebagai salah satu calon mitra dalam skema paket langganan gabungan, mirip strategi yang sudah dijalankan Apple dan Amazon.
Langkah ini tidak berhenti di situ. Pada Jumat pekan lalu, Variety mengabarkan bahwa Netflix sedang dalam tahap negosiasi untuk mengakuisisi Letterboxd — platform sosial populer bagi para pecinta film. Akuisisi ini bisa memperkuat ekosistem komunitas Netflix di luar sekadar konsumsi konten.
Dorongan Netflix untuk menghadirkan format siaran langsung ini muncul di tengah tanda-tanda perlambatan. Menurut data Nielsen, pangsa Netflix terhadap total konsumsi TV di Amerika Serikat pada April lalu tercatat hanya 7,8% — angka yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Bloomberg sebelumnya juga melaporkan kekhawatiran internal Netflix terkait fenomena "season drop-off": banyak serial orisinal Netflix kehilangan penonton secara signifikan antara musim pertama dan kedua. Hal ini memicu pertanyaan soal kemampuan platform mempertahankan hits jangka panjang.
Netflix sebenarnya tidak baru dalam upaya mendongkrak engagement. Beberapa bulan terakhir, perusahaan sudah bereksperimen dengan video pendek (short-form video), siniar video (video podcast), dan aplikasi game untuk anak-anak. Semua ini dirancang untuk membuat pengguna lebih lama tinggal di platform.
Hingga berita ini diturunkan, Netflix belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana peluncuran saluran langsung tersebut.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran fitur ini berpotensi mengubah kebiasaan menonton — dari model on-demand murni ke hiburan latar yang bisa dinikmati tanpa perlu memilih tayangan. Namun, belum ada kepastian apakah saluran langsung ini akan tersedia di pasar Asia Tenggara jika benar-benar dirilis.