Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Tiga Makam Sultan Buton di Baubau Jadi Cagar Budaya Nasional

Penulis: Ragil  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:20:53 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berziarah ke makam Sultan Murhum di kawasan Keraton Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu (12/7/2026).

BAUBAU — Dorongan ini disampaikan Fadli Zon saat berkunjung ke kawasan Keraton Buton, Minggu (12/7/2026). Ia datang bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu.

Tiga Makam yang Diusulkan Naik Status

Ketiga makam yang dimaksud memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kesultanan Buton. Pertama, Makam Sultan Murhum, Sultan Buton pertama. Kedua, Makam Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo, Sultan Buton ke-20. Ketiga, Makam La Maani atau Oputa Kabumbu Malanga, Sultan Buton ke-22.

Benteng Wolio Sudah Berstatus Nasional, Makam Sultan Menyusul

Saat ini, Benteng Kesultanan Buton atau Benteng Wolio telah resmi menjadi Cagar Budaya Nasional. Fadli Zon menilai sudah saatnya makam para sultan di dalam kawasan itu mendapatkan status serupa.

"Kami berharap situs-situs penting lain di kawasan ini, khususnya ketiga makam sultan, segera menyusul untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan nasional," ujar Fadli Zon dalam keterangannya.

Benteng Dibangun Swadaya, Bukan oleh Kolonial

Benteng Wolio memiliki keunikan tersendiri. Sepanjang 2,75 kilometer, benteng dengan 12 pintu gerbang dan 16 bastion ini mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton ke-3, La Sangaji.

Yang membedakannya dari bentang peninggalan kolonial, struktur ini dibangun murni secara swadaya oleh masyarakat Buton menggunakan batu karang dan kapur setempat. Bukan oleh Belanda atau Portugis.

Fadli Zon menyebut kompleks benteng ini bukan hanya saksi bisu sejarah Kesultanan Buton, tetapi juga aset budaya yang menjadi kebanggaan bangsa.

Sinergi Lima Pilar untuk Pemajuan Budaya

Menteri Kebudayaan menekankan bahwa upaya pemajuan kebudayaan tidak boleh berhenti pada aspek perlindungan dan konservasi. Menurutnya, perlu ada pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan warisan budaya secara berkelanjutan.

"Langkah ini memerlukan sinergi kuat antara kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Potensi Wisata Sejarah dan Kuliner Buton

Fadli Zon optimistis, dengan penataan yang baik, kawasan Keraton Buton akan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain belajar sejarah, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dan potensi wisata kuliner khas Buton.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sultra juga menyempatkan diri berziarah ke makam Sultan Murhum.

Reporter: Ragil
Sumber: tegas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top