BAUBAU — Dorongan ini disampaikan Fadli Zon saat berkunjung ke kawasan Keraton Buton, Minggu (12/7/2026). Ia datang bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu.
Ketiga makam yang dimaksud memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kesultanan Buton. Pertama, Makam Sultan Murhum, Sultan Buton pertama. Kedua, Makam Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo, Sultan Buton ke-20. Ketiga, Makam La Maani atau Oputa Kabumbu Malanga, Sultan Buton ke-22.
Saat ini, Benteng Kesultanan Buton atau Benteng Wolio telah resmi menjadi Cagar Budaya Nasional. Fadli Zon menilai sudah saatnya makam para sultan di dalam kawasan itu mendapatkan status serupa.
"Kami berharap situs-situs penting lain di kawasan ini, khususnya ketiga makam sultan, segera menyusul untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan nasional," ujar Fadli Zon dalam keterangannya.
Benteng Wolio memiliki keunikan tersendiri. Sepanjang 2,75 kilometer, benteng dengan 12 pintu gerbang dan 16 bastion ini mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton ke-3, La Sangaji.
Yang membedakannya dari bentang peninggalan kolonial, struktur ini dibangun murni secara swadaya oleh masyarakat Buton menggunakan batu karang dan kapur setempat. Bukan oleh Belanda atau Portugis.
Fadli Zon menyebut kompleks benteng ini bukan hanya saksi bisu sejarah Kesultanan Buton, tetapi juga aset budaya yang menjadi kebanggaan bangsa.
Menteri Kebudayaan menekankan bahwa upaya pemajuan kebudayaan tidak boleh berhenti pada aspek perlindungan dan konservasi. Menurutnya, perlu ada pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan warisan budaya secara berkelanjutan.
"Langkah ini memerlukan sinergi kuat antara kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.
Fadli Zon optimistis, dengan penataan yang baik, kawasan Keraton Buton akan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain belajar sejarah, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dan potensi wisata kuliner khas Buton.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sultra juga menyempatkan diri berziarah ke makam Sultan Murhum.