KENDARI — Pemkot Kendari tidak hanya berpuas diri dengan capaian CKG yang sudah unggul di tingkat provinsi. Target dinaikkan menjadi 90 persen pada 2026, naik signifikan dari realisasi tahun lalu yang sebesar 70,49 persen.
Wali Kota Siska Karina Imran menyebutkan, dari target sasaran 386.095 warga pada 2026, pihaknya masih harus menjaring lebih dari 200 ribu peserta lagi. "Kita tertinggi presentasi cakupan CKG di Sulawesi Tenggara dan sudah melampaui target nasional," katanya di Kendari, Rabu.
Program CKG yang menyasar pelajar juga menunjukkan angka yang perlu dikejar. Hingga triwulan kedua 2026, baru 39.086 pelajar SD dan SMP yang diperiksa, atau 51,06 persen dari target 76.549 orang.
Meski begitu, wali kota optimistis jumlah peserta akan melonjak di triwulan kedua menyusul realisasi tahun lalu yang lebih rendah. "Tapi kami punya target untuk CKG tersebut mencapai 90 persen di 2026, naik dari capaian tahun lalu itu 70,49 persen," ucap Siska.
Untuk mempercepat pencapaian target, Pemkot Kendari meluncurkan program Paket Sehat Spesial yang berlangsung mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026. Petugas kesehatan akan turun langsung ke setiap kelurahan, dibantu pemerintah kecamatan dan lurah setempat.
Wali Kota Siska meminta seluruh camat, lurah, hingga RT dan RW ikut mendorong warganya memeriksakan diri. "Ini biar memudahkan teman-teman mulai dari puskesmas, kelurahan, pada saat koordinasi. Terus kita punya tenaga juga tidak habis. Karena kalau kita turun hanya urus CKG, sebenarnya bisa komplit," ujarnya.
Program Paket Sehat Spesial tidak hanya mengejar angka partisipasi umum. Pemerintah kota juga menggunakannya untuk mengintervensi penanganan stunting, khususnya bagi balita dan ibu hamil di wilayah tersebut.
Dengan skema jemput bola ini, Pemkot Kendari berharap petugas kesehatan tidak perlu berulang kali turun ke lapangan hanya untuk memvalidasi data. Semua pemeriksaan bisa dilakukan sekaligus dalam satu kunjungan terpadu.