KENDARI — Di balik gelar wisudawan terbaik Universitas Halu Oleo (UHO) dengan IPK 3,95, Nur Hikmah menyimpan resep khusus yang tidak hanya soal duduk manis di kelas. Perempuan kelahiran Kolaka, 27 Desember 2004, ini mengaku telah mematok target sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di bangku kuliah.
"Saya sejak awal masuk kuliah sudah memanifestasikan diri untuk menjadi seorang lulusan terbaik," ujarnya kepada wartawan di Kendari, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Nur Hikmah, fondasi utama meraih prestasi akademik adalah niat dan target yang jelas. Ia menekankan pentingnya fokus penuh pada perkuliahan, terutama di semester-semester awal yang kerap menjadi penentu Indeks Prestasi (IP).
"Kalau tidak punya niat, kita tidak akan mempersiapkan diri dengan baik. Jadi harus diawali dengan niat, kemudian setelahnya kita berusaha," jelas anak kedua dari tiga bersaudara pasangan H. Hairudin dan Rosmawati ini.
Memasuki semester tinggi dengan mata kuliah yang mulai berkurang, Nur Hikmah justru melebarkan sayapnya ke berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia tidak ingin hanya menjadi mahasiswa yang pandai di dalam kelas, tetapi juga aktif di luar kampus.
Pada 2023, ia terpilih mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Palembang, Sumatera Selatan. Pengalaman berharga itu kemudian dilanjutkan dengan mengikuti ajang Duta Bahasa pada 2024, di mana ia berhasil meraih posisi Terbaik III.
Puncaknya, pada 2026, Nur Hikmah dipercaya mewakili Sulawesi Tenggara dalam ajang Duta Muslimah di Jakarta. Ia juga aktif menjadi pembawa acara atau moderator di berbagai acara formal dan informal, serta terlibat dalam salah satu event organizer di Kota Kendari.
Segudang aktivitas di luar kampus tentu membawa tantangan tersendiri. Sebagai mahasiswa Manajemen, Nur Hikmah mengaku kemampuan mengatur waktu menjadi ujian terbesarnya selama menempuh studi.
"Tantangan dalam perkuliahan itu lebih kepada bagaimana kita bisa memanajemen waktu. Kita harus bisa mengatur kegiatan yang ada di perkuliahan maupun di luar perkuliahan. Kalau tidak bisa memanajemen waktu, kita bisa terbebani dan mengalami stres," tuturnya.
Usai menyandang gelar sarjana, Nur Hikmah tidak berencana berhenti. Ia menargetkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di salah satu perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa. Baginya, pendidikan berperan penting membentuk pola pikir dan kecerdasan emosional, bukan sekadar mengejar nilai.
"Saya sangat merasa senang sekali karena dapat menjadi salah satu perwakilan yang terbaik. Saya juga ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang tua, para dosen, dan seluruh sivitas akademika Universitas Halu Oleo," pungkasnya.