SULAWESI TENGGARA — Peresmian dua dealer terbaru itu melanjutkan penguatan jaringan yang sebelumnya dilakukan melalui BYD Haka Gresik, BYD Haka Madiun, dan BYD Haka Banyuwangi pada bulan sebelumnya. Perusahaan menyebut langkah ini untuk memperpendek akses konsumen terhadap produk, layanan, serta dukungan purna jual BYD dan DENZA.
"Bagi kami, perjalanan BYD di Indonesia bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang telah hadir di jalan, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan dan bagaimana BYD bisa menjadi bagian dari keseharian mereka," ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dalam keterangan resminya.
Pangsa Pasar 36 Persen dan Basis 5.000 Pengguna
Perluasan ini berjalan seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Jawa Timur. BYD mencatat pangsa pasar sebesar 36 persen di segmen kendaraan listrik regional pada 2026. Angka tersebut menjadi indikator penerimaan pasar terhadap produk elektrifikasi mereka.
Luther menambahkan, kepercayaan dari ribuan keluarga ini menjadi semangat perusahaan untuk terus menambah titik layanan. "Di Jawa Timur sendiri, kini telah ada lebih dari 5.000 pengguna BYD, dengan 9 lokasi BYD Group yang hadir di berbagai kota penyangga untuk semakin dekat dengan pelanggan," katanya.
M6 DM dan ATTO 1 Dipamerkan di GIIAS Surabaya
Pada pameran yang berlangsung 26–30 Agustus di Grand City Convex, Surabaya, BYD memboyong empat produk unggulan. Mereka adalah BYD M6 DM, BYD M6 EV, BYD ATTO 1, dan DENZA D9. Pengunjung juga bisa menjajal langsung M6 dan ATTO 1 di area test drive yang disediakan.
Kehadiran M6 DM sempat menarik perhatian Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza bersama jajaran GAIKINDO. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mengeksplorasi kabin kendaraan dan membahas perkembangan produksi lokal BYD di Indonesia.
Dua Teknologi Andalan: EV Murni dan Dual Mode
BYD melihat kebutuhan mobilitas masyarakat Jawa Timur cukup beragam, mulai dari penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh. Karena itu, perusahaan menawarkan dua pilihan teknologi: kendaraan listrik murni (EV) dan teknologi Dual Mode (DM).
Konsep DM mengusung prinsip electric-first, di mana motor listrik menjadi penggerak utama. Mesin berbahan bakar bekerja secara otomatis hanya ketika diperlukan, memberikan solusi bagi konsumen yang khawatir soal infrastruktur pengisian daya.
Secara nasional, jaringan BYD Group kini telah hadir di lebih dari 100 titik di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BYD dan DENZA membukukan penjualan 32.800 unit secara nasional, setara lebih dari 35 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.