Siswa SD di Wawotobi Kabupaten Konawe Tak Mau Sekolah Usai Diduga Dibully Kepsek dan Guru, Kaki Bengkak

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:16:02 WIB
Siswa SDN 1 Nario Indah di Wawotobi, Konawe, terlihat berjalan pincang dengan kaki bengkak usai diduga menjadi korban perundungan di sekolah.

KONAWE — Seorang siswa kelas IV SDN 1 Nario Indah di Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berinisial A, diduga menjadi korban perundungan yang melibatkan oknum kepala sekolah, guru, dan sejumlah siswa. Peristiwa itu terungkap setelah A pulang ke rumah dalam kondisi berjalan pincang dengan kaki bengkak, Jumat pekan lalu.

Orang tua korban, M, menuturkan anaknya mengalami cedera setelah kursi tempat duduknya ditarik saat pembelajaran berlangsung. Alih-alih mendapat pertolongan, A justru diminta oleh seorang guru untuk merahasiakan kejadian tersebut dari orang tuanya.

Kronologi: Dari Kursi Ditarik Hingga Ejekan "Tidak Naik Kelas"

Mendapati kondisi anaknya yang terluka, M mendatangi sekolah untuk meminta kejelasan. Namun, ia mengaku justru menerima permintaan agar persoalan itu tidak diperpanjang. Situasi semakin runyam ketika A disebut-sebut sebagai siswa dengan kemampuan belajar paling rendah dibandingkan teman-temannya.

Pernyataan itu memicu ejekan dari sejumlah siswa yang menyebut A tidak akan naik kelas. Tekanan psikologis yang berlapis membuat A semakin tertekan dan memilih bertahan di rumah.

Ancaman Diusir Saat Orang Tua Ingin Membawa Pulang Anaknya

Kekhawatiran M memuncak saat ia kembali ke sekolah dengan maksud membawa A pulang. Ia mengaku mendapat penolakan keras dari pihak sekolah. Bahkan, kepala sekolah disebut sempat menyampaikan akan mengeluarkan atau mengusir M dari lingkungan sekolah apabila tetap memaksa membawa anaknya pulang.

“Saya menuntut keadilan dan perlindungan terhadap anak saya agar dapat memperoleh hak pendidikan dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” tegas M kepada awak media, Senin (1/9/2026).

Respons Dinas Pendidikan: Akan Cek dan Selesaikan Secara Kekeluargaan

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Ia menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran informasi dugaan perundungan yang dialami siswa tersebut.

“Kami akan cek dulu kebenaran informasi itu,” ujar Ahmad Djauhari saat ditemui di lokasi Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Bersahaja di Kapoiala, Sabtu (29/8/2026).

Ahmad Djauhari menegaskan, persoalan yang menyangkut siswa harus ditangani secara serius. Apabila hasil pengecekan membuktikan adanya tindakan yang tidak sesuai ketentuan, pihaknya akan mengambil langkah penyelesaian secara kekeluargaan.

“Kalau informasi itu benar, tentu kami akan mengambil langkah-langkah penyelesaian. Kita akan dudukkan persoalannya bersama-sama dan menyelesaikannya secara kekeluargaan,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari guru yang disebut dalam pengaduan maupun Kepala SDN 1 Nario Indah terkait dugaan perundungan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah maupun pihak-pihak terkait.

Reporter: Sutomo
Sumber: hitsultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top