SULAWESI TENGGARA — Sudah sebulan ini saya mengganti Nothing Phone (2) dengan TCL NXTPAPER 70 Pro. Bukan karena ponsel lama bermasalah, tapi karena penasaran dengan teknologi layar matte NXTPAPER yang selama ini hanya saya coba di tablet. Hasilnya? Saya enggan kembali ke layar glossy, meski ponsel ini jelas kalah bertenaga dan kalah mumpuni di sektor fotografi.
Di kelas harga ini, kompetitornya jelas: Redmi Note 14 Pro, Samsung Galaxy A56, atau Infinix Zero 40. Tapi tak satu pun dari mereka punya layar dengan permukaan matte anti silau seperti milik TCL. Ini bukan sekadar beda selera — ini pengalaman yang secara fundamental berbeda.
Layar NXTPAPER: Bukan Sekadar Mode Membaca, Tapi Anti Silau Sejati
Panel 6,9 inci 120Hz ini punya lapisan matte yang menghilangkan pantulan hampir sepenuhnya. Di luar ruangan saat matahari terik, layar tetap terbaca jelas tanpa harus menaikkan brightness ke maksimal. Justru di kondisi terang, layar ini terlihat lebih vivid dibanding ponsel glossy biasa yang memantulkan cahaya.
Ada tiga mode yang bisa diaktifkan lewat tombol fisik NXTPAPER Key di sisi kanan: Color Paper Mode (warna sedikit desaturasi), Ink Paper Mode (hitam putih), dan Max Ink Mode (hanya aplikasi esensial, mirip e-reader). Mode terakhir ini yang paling sering saya pakai — baterai bisa bertahan hingga 51 jam, dan notifikasi media sosial otomatis tidak mengganggu.
Permukaan matte ini juga terasa lebih halus saat di-scroll. Jari tidak mudah lengket, dan bekas sidik jari hampir tidak terlihat. Ini detail kecil yang terasa setiap hari.
Performa MediaTek Dimensity 7300: Cukup untuk Harian, Bukan untuk Gaming Berat
Ditenagai Dimensity 7300 dengan 8GB RAM, ponsel ini lancar untuk scrolling media sosial, navigasi, streaming, dan multitasking biasa. Tidak ada lag yang mengganggu selama sebulan pemakaian. Namun jangan berharap bisa main Genshin Impact di setting tinggi — chipset ini kelas menengah, dan itu wajar di harga segini.
Penyimpanan 128GB bisa diperluas via microSD jika hanya memakai satu SIM. Sayangnya, port USB-C di sini masih versi 2.0 — tidak mendukung video out. Wireless charging juga tidak ada. Dua hal yang saya kira akan sangat saya rindukan, ternyata tidak terlalu berdampak karena baterai 5.200mAh-nya awet.
Sensor IR yang Tidak Terduga: Remote Universal di Saku
Fitur yang tidak saya duga akan sering dipakai adalah sensor inframerah di bagian atas. Dengan aplikasi IR Remote bawaan, ponsel ini bisa mengontrol TV, AC, soundbar, dan perangkat lain yang mendukung remote IR. Saya berhasil memasangkan Roku Ultra dan soundbar Vizio. Untuk TV utama dan kipas angin, tidak ketemu brand-nya di database — jadi tidak semua perangkat bisa dipetakan.
Ini bukan fitur pembeda utama, tapi sangat berguna saat remote fisik hilang atau diambil anak kecil. Di era di mana hampir semua ponsel sudah membuang sensor ini, kehadirannya di kelas menengah terasa istimewa.
Kamera dan Kekurangan Lain yang Harus Diketahui
Jujur saja: kamera bukan alasan orang membeli ponsel ini. Hasil foto di siang hari cukup baik untuk media sosial, tapi di kondisi minim cahaya hasilnya biasa saja. Tidak ada lensa ultrawide yang mumpuni, dan video recording tidak sehalus ponsel flagship. Jika fotografi adalah prioritas, cari di tempat lain.
Kekurangan lain: stylus tidak termasuk dalam paket penjualan di Indonesia (di Eropa ada bundle case + stylus). Saya mencoba stylus dari TCL NXTPAPER 11 Plus dan ternyata berfungsi sempurna setelah mengaktifkan opsi "Stylus" di pengaturan — jadi kalau punya stylus TCL lain, bisa dipakai di sini.
Verdict: Untuk Siapa Ponsel Ini?
TCL NXTPAPER 70 Pro adalah ponsel yang sangat spesifik. Dia cocok untuk kamu yang:
- Sering membaca artikel, e-book, atau dokumen dalam waktu lama — mata tidak cepat lelah
- Aktif di luar ruangan dan butuh layar yang tetap terbaca di bawah sinar matahari
- Ingin ponsel dengan daya tahan baterai multi-hari untuk pemakaian ringan
- Tidak terlalu peduli dengan kamera dan gaming berat
Tapi kurang cocok untuk kamu yang hobi fotografi mobile, butuh konektivitas USB 3.0 untuk transfer file cepat, atau menginginkan wireless charging. Di harga sekitar Rp 5 jutaan, ponsel ini menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan kompetitor: layar yang benar-benar berbeda. Dan untuk sebagian orang, itu sudah cukup.