SULAWESI TENGGARA — Pasar headphone open-back selama ini identik dengan perangkat wired yang digunakan di ruangan tenang. Audio-Technica mencoba mengubah anggapan itu lewat ATH-AL5NC yang tetap mempertahankan arsitektur suara terbuka, tetapi kini bisa dipakai tanpa kabel dan punya teknologi pengurangan gangguan suara.
Keunggulan utama desain open-back adalah aliran udara yang lebih baik sehingga telinga tidak cepat panas saat dipakai berjam-jam. Rumah driver yang berlubang juga menciptakan panggung suara yang lebih natural dibanding headphone tertutup.
Yang menarik, ATH-AL5NC tetap dibekali fitur Sound Leakage Reduction untuk menekan kebocoran suara ke lingkungan sekitar. Ada pula mode noise reduction yang bekerja aktif di mode nirkabel maupun wired dengan menghasilkan gelombang antiphase untuk melawan gangguan latar.
Perlu dicatat, fitur ini berbeda dari active noise cancellation (ANC) penuh yang umum ditemui di headphone tertutup. Audio-Technica belum merinci seberapa efektif peredaman tersebut mengingat tantangan teknis menerapkan ANC pada ear cup yang terbuka.
ATH-AL5NC tidak hanya menyasar audiophile. Dukungan multipoint memungkinkan pengguna terhubung ke laptop dan ponsel secara bersamaan, sementara mode low-latency mengurangi jeda audio saat bermain game atau menonton video.
Mikrofon terintegrasi siap dipakai untuk panggilan dan rapat online. Pengaturan EQ dan Soundscape bisa diakses lewat aplikasi A-T Connect. Bagi yang ingin mendengar tanpa Bluetooth, tersedia kabel 1,2 meter dengan mic inline di kotak penjualan.
ATH-AL5NC mulai tersedia secara global hari ini dengan harga £219, sekitar US$299 atau AU$410. Produk ini diposisikan sebagai entry point yang ramah kantong untuk kategori headphone open-back nirkabel yang masih langka.
Dengan bobot 240 gram dan bantalan yang dirancang untuk sirkulasi udara, ATH-AL5NC tampak menjanjikan untuk sesi mendengarkan lama di rumah—baik untuk musik resolusi tinggi, bekerja, maupun bermain game. Tim penguji sedang berupaya mendapatkan unit review untuk menguji klaim kualitas suara dan efektivitas peredam bisingnya.
Bagi pengguna di Indonesia yang mencari headphone open-back pertama dengan kebebasan nirkabel, produk ini layak masuk daftar tunggu. Namun, pastikan kebutuhan akan isolasi bising pasif yang kuat bukan prioritas utama, karena desain terbuka secara fisik tetap membiarkan suara sekitar masuk.