Daftar 20 Mobil Listrik Terlaris Indonesia Agustus 2026, BYD Atto 1 Pimpin

Penulis: Yasir  •  Senin, 14 September 2026 | 19:17:01 WIB
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik Indonesia pada Agustus 2026 dengan 5.560 unit.

SULAWESI TENGGARA — Data penjualan mobil listrik (BEV) periode Agustus 2026 memperlihatkan dominasi merek asal China yang nyaris menyapu seluruh daftar 20 besar. BYD masih memegang pangsa pasar tertinggi lewat lima model yang tersebar di berbagai segmen, mulai dari city car hingga SUV dan MPV.

Atto 1 Kembali ke Puncak Setelah Transisi Produksi Lokal

Atto 1 mencatat 5.560 unit pada Agustus 2026. Angka itu berbanding jauh dengan capaian Mei yang hanya puluhan unit, imbas peralihan ke produksi lokal. Sebulan berselang, penjualannya sudah melesat kembali seperti sebelum transisi.

Posisi kedua ditempati Jaecoo J5 EV dengan 3.214 unit. Model ini masih menjadi satu-satunya BEV dari sub-brand Chery tersebut di pasar Indonesia.

Geely EX2 Tertahan di Peringkat Ketiga

EX2 menempati urutan ketiga dengan 1.495 unit. Capaian itu hanya berselisih tipis dari pendatang baru Wuling Aira EV yang menempel di belakangnya.

Berikut daftar lengkap 20 mobil listrik terlaris Agustus 2026:

  • BYD Atto 1: 5.560 unit
  • Jaecoo J5 EV: 3.214 unit
  • Geely EX2: 1.495 unit
  • Wuling Aira EV: 754 unit
  • BYD M6 EV: 679 unit
  • Geely EX5: 487 unit
  • Wuling Darion EV: 443 unit
  • MG S5 EV: 428 unit
  • BYD Atto 3: 363 unit
  • VinFast VF3: 341 unit
  • XPeng G6: 305 unit
  • XPeng X9: 304 unit
  • Wuling Eksion EV: 196 unit
  • Chery J6T: 107 unit
  • BYD Sealion 7: 75 unit
  • Chery Omoda E5: 74 unit
  • Citroen e-C3: 49 unit
  • BYD Seal: 32 unit
  • Changan Deepal S05 EV: 24 unit
  • Changan Deepal S07: 22 unit

Wuling Aira EV Jadi Pendatang Baru Paling Menonjol

Aira EV menembus peringkat empat dengan 754 unit. Model ini dibanderol lebih murah dari Air EV sehingga langsung diburu konsumen. Dua model Wuling lain, Darion EV dan Eksion EV, juga masuk daftar meski dengan volume lebih kecil.

Kehadiran Aira EV menambah ketat persaingan di segmen BEV murah, segmen yang selama ini jadi andalan Wuling untuk menjaga volume penjualan.

BYD Andalkan Lima Model di Segmen Berbeda

Selain Atto 1, BYD menempatkan M6 EV di peringkat lima dengan 679 unit. Atto 3 menyusul di posisi sembilan (363 unit), lalu Sealion 7 (75 unit) dan Seal (32 unit) di papan bawah.

Kombinasi lima model itu membuat BYD memegang pangsa pasar BEV tertinggi di Indonesia. Meski begitu, posisi teratas tetap menuntut upaya ekstra agar tidak tergusur model-model baru dari merek pesaing.

Changan Deepal S05 dan S07 Bersaing Ketat di Dasar Daftar

Dua model anyar Changan, Deepal S05 EV dan Deepal S07, hanya terpaut dua unit. S05 mencatat 24 unit, sementara S07 22 unit.

Pola serupa terlihat pada dua model XPeng. G6 unggul tipis satu unit atas X9, yakni 305 berbanding 304 unit, meski selisih harganya terpaut jauh.

Yang menarik, Nevo Q05 tidak muncul di peringkat Agustus 2026. Padahal model ini dijual sebagai SUV listrik rakitan lokal berukuran lebih kecil dari Deepal S05 dan S07, dengan harga yang cukup terjangkau. Nevo Q05 dirilis hanya sebulan setelah Deepal S05.

Hampir Semua Merek China, VinFast dan Citroen Jadi Pengecualian

Nyaris seluruh daftar 20 besar diisi produk merek China. Hanya VinFast dan Citroen yang mewakili merek non-China, itu pun lewat model mungil termurah di lineup masing-masing, VF3 (341 unit) dan e-C3 (49 unit).

MG Motor sebenarnya juga masuk daftar lewat S5 EV dengan 428 unit. Merek ini aslinya berasal dari Inggris, tapi kini berada di bawah kendali grup SAIC yang berbasis di China.

Reporter: Yasir
Sumber: ridertua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top