SULAWESI TENGGARA — Timnas Indonesia melakoni laga krusial melawan Bangladesh pada lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan besar menjadi harga mati bagi skuad Garuda untuk mengunci tiket ke final, di tengah persaingan ketat Grup dengan Malaysia dan Singapura.
Indonesia saat ini menempati posisi kedua klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 dengan empat poin, sama seperti Malaysia. Harimau Malaya unggul selisih gol, sementara Singapura membuntuti di posisi ketiga dengan tiga poin. Situasi ini membuat laga kontra Bangladesh bukan sekadar formalitas, melainkan penentu nasib di turnamen.
Indonesia berada di urutan ke-117 dunia dengan koleksi 1.160,49 poin. Bangladesh jauh tertinggal di posisi ke-182 dengan raihan 896,12 poin. Selisih hampir 300 poin ini menempatkan Tim Merah Putih sebagai unggulan jelas atas lawannya.
Nilai pasar skuad Indonesia juga mencolok, mencapai lebih dari Rp 377 miliar. Kedalaman materi pemain menjadi modal utama untuk mendikte jalannya pertandingan sejak menit awal.
Sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia belum menelan kekalahan. Kemenangan 2-0 atas Singapura dan hasil imbang 0-0 melawan Malaysia menjadi bukti stabilitas performa pasukan Garuda. Catatan ini kontras dengan Bangladesh yang kalah dua kali, masing-masing 0-3 dari Malaysia dan 0-1 dari Singapura.
Meski demikian, raihan tersebut tidak otomatis menjamin kemenangan. Bangladesh tetap punya motivasi untuk memperbaiki posisi dan menghindari hasil negatif ketiga beruntun.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan peringatan tegas agar Indonesia tidak memandang sebelah mata Bangladesh. Ia merujuk pada hasil mengejutkan di laga lain sebagai pengingat bahwa kejutan bisa terjadi kapan saja.
"Tinggal bagaimana nanti lawan Bangladesh kita tidak boleh anggap remeh. Tadi Pakistan lawan Filipina saja 2-2. Artinya Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata," kata Erick Thohir dikutip dari detikJabar.
"Kita harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya," ujar pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga itu menambahkan.
Indonesia tidak hanya butuh tiga poin, tetapi juga kemenangan dengan margin besar untuk mengamankan posisi di klasemen. Selisih gol menjadi faktor krusial dalam persaingan dengan Malaysia yang saat ini lebih unggul.
Lini serang Garuda dituntut efisien sejak menit awal. Menekan tinggi dan memanfaatkan lebar lapangan menjadi opsi logis menghadapi Bangladesh yang secara kualitas berada di bawah Indonesia.
Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini diprediksi berlangsung terbuka. Bangladesh kemungkinan besar bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik, sementara Indonesia dituntut sabar membongkar pertahanan rapat.