Pencarian

Menpora Erick Thohir Sebut Indonesia Baru Kantongi 0,5 Persen Nilai Global Wisata Olahraga Rp 9.500 Triliun

Rabu, 30 September 2026 • 15:11:01 WIB
Menpora Erick Thohir Sebut Indonesia Baru Kantongi 0,5 Persen Nilai Global Wisata Olahraga Rp 9.500 Triliun
Menpora Erick Thohir menyampaikan pernyataan dalam peluncuran buku "MotoGP Mandalika 2025" di Jakarta.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai potensi wisata olahraga Indonesia belum tergarap maksimal karena baru menyumbang sekitar Rp 39,5 triliun atau 0,5 persen dari total nilai global yang mencapai Rp 9.500 triliun. Pernyataan itu disampaikan Erick saat menghadiri peluncuran buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" di Jakarta. Ia menyebut olahraga sebagai sektor investasi yang menjanjikan bagi perekonomian nasional.

JAKARTA — Erick Thohir membeberkan kesenjangan besar antara nilai pasar wisata olahraga dunia dan perolehan Indonesia. Dari angka global Rp 9.500 triliun, Indonesia baru mengantongi sekitar Rp 39,5 triliun atau setara 0,5 persen. Angka itu disebutnya jauh tertinggal dibanding negara lain yang lebih dulu menggarap sektor ini.

Industri olahraga secara umum, kata Erick, bernilai sekitar Rp 8.000 triliun. Nilai wisata olahraga bahkan lebih besar, mencapai Rp 9.500 triliun secara global. "Olahraga ini sangat berpotensi, potensi yang luar biasa yang selama ini kita tidak melihat," ujarnya di Jakarta.

Mandalika Sumbang Rp 5 Triliun dari MotoGP

Sirkuit Mandalika menjadi contoh konkret bagaimana ajang olahraga mendatangkan dampak ekonomi langsung. Erick menyebut gelaran MotoGP di sirkuit tersebut menyumbangkan sekitar Rp 5 triliun pada tahun lalu.

Angka itu memperkuat argumen bahwa olahraga bukan sekadar prestasi di lintasan atau lapangan. "Kalau dari data yang kita lihat hari ini kita baru 0,5 persen daripada nilai global. Yaitu kurang lebih Rp39,5 triliun," kata Erick.

Jejak Sukarno dan Investasi Jangka Panjang Bangsa

Erick menarik garis sejarah jauh ke belakang. Ia mengingatkan bahwa Presiden Sukarno sudah melihat potensi olahraga sejak awal kemerdekaan. PON digelar tak lama setelah Indonesia merdeka, disusul Asian Games.

Infrastruktur yang dibangun pada era itu masih berdiri hingga kini. Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Sarinah, Tugu Selamat Datang, dan Jembatan Semanggi disebut Erick sebagai bukti olahraga bisa jadi instrumen investasi bangsa.

"Itu bagaimana kita berinvestasi. Artinya apa? Tidak hanya investasi karakter bangsa, tapi juga ada investasi ke ekonominya. Dan ini merupakan national branding sampai hari ini," ujarnya.

Olahraga sebagai Instrumen National Branding

Pandangan Erick menempatkan olahraga bukan hanya sebagai kegiatan kompetitif. Ia menyebut sektor ini mampu mengangkat citra Indonesia di mata dunia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah tuan rumah.

Peluncuran buku "MotoGP Mandalika 2025" sendiri menjadi penanda bahwa penyelenggaraan event internasional di Indonesia layak didokumentasikan. Buku itu merekam bagaimana gelaran MotoGP berdampak pada ekonomi, citra, dan pariwisata kawasan Mandalika.

Dengan nilai global yang mencapai ribuan triliun rupiah, Erick menilai penggarapan wisata olahraga secara serius bisa mendatangkan perolehan jauh lebih besar dari yang sekarang. Sektor ini, katanya, adalah salah satu investasi yang menjanjikan.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks