Komando Resor Militer (Korem) 143/Haluoleo menggandeng 30 pelaku UMKM untuk membagikan 3.000 porsi makanan gratis kepada warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Danrem 143/Haluoleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto menyatakan pelibatan UMKM dan penyediaan makanan gratis ini menjadi cara TNI mendekatkan diri kepada masyarakat. Kegiatan makan bersama digelar secara sederhana dengan mengutamakan kebersamaan bersama warga setempat.
KENDARI — Komandan Korem (Danrem) 143/Haluoleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI di Kota Kendari sengaja dirancang melibatkan warga secara langsung. Selain menggandeng 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Korem menyediakan 3.000 porsi makanan gratis yang dibagikan dalam acara makan bersama.
Menurut Wahyu, momen peringatan HUT ke-81 ini menjadi ajang rasa syukur sekaligus sarana evaluasi diri terhadap pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut digelar secara sederhana tanpa mengurangi makna kebersamaan.
"HUT TNI tahun ini kita peringati dengan penuh kebahagiaan bersama masyarakat, sehingga kegiatannya digelar secara sederhana," ujar Wahyu saat ditemui di Kendari, Senin.
Pelibatan 30 pelaku UMKM setempat bukan sekadar pelengkap acara. Wahyu menyebut langkah itu menjadi cara Korem memastikan peringatan HUT TNI turut menggerakkan usaha kecil di Kota Kendari.
Penyediaan 3.000 porsi makanan gratis juga menjadi penanda bahwa TNI ingin makin mendekatkan diri kepada masyarakat. Warga yang hadir bisa langsung menikmati hidangan bersama prajurit tanpa sekat.
Secara internal, peringatan HUT TNI menjadi momentum introspeksi untuk memantapkan soliditas dan profesionalisme prajurit. Wahyu menekankan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus dijaga.
Korem juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Polri dalam menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Wahyu menilai sinergi di wilayah Sulawesi Tenggara berjalan sangat baik.
"Sinergi TNI di wilayah Sulawesi Tenggara berjalan sangat baik. Kami juga terus menjalankan berbagai kegiatan operasi militer selain perang (OMSP)," kata Brigjen Wahyu.
Dalam implementasi OMSP, prajurit TNI dituntut sigap melayani masyarakat, termasuk saat penanganan bencana alam. Wahyu meminta seluruh anggota mengedepankan profesionalisme di lapangan.
Ia juga menegaskan Korem tidak akan melindungi personel yang terbukti melanggar aturan, terlebih jika pelanggaran tersebut merugikan masyarakat. Doktrin TNI harus menyatu dengan rakyat menjadi dasar tindakan tegas.
"Jangan khawatir, kami akan bertindak adil. Doktrin kami menegaskan bahwa TNI harus menyatu dengan rakyat. Jika ada yang melanggar, pasti kami tindak tegas," ucapnya.
Wahyu juga menekankan kepada seluruh anggota untuk tidak sekali-kali menyakiti hati rakyat. Peringatan itu disampaikan langsung di hadapan prajurit dan warga yang hadir dalam acara makan bersama.