SULAWESI TENGGARA — SAP memperkenalkan Joule Work dan Joule Assistants, agen AI otonom di atas SAP Business AI Platform, yang mampu memangkas tugas operasional manual dari satu jam menjadi hitungan detik. Sebanyak 110.000 karyawan SAP telah memakai Joule Work dalam alur kerja harian, dengan lonjakan produktivitas 20% di divisi keuangan, HR, dan procurement. Teknologi ini menyasar perusahaan enterprise yang ingin mengotomatisasi proses bisnis tanpa kehilangan kendali atas otorisasi dan audit trail.
Maschinenfabrik Reinhausen menjadi salah satu pelanggan yang lebih dulu mencoba antarmuka Joule Work di komputer desktop melalui program early adopter. Perusahaan itu mengelola data bisnis di lingkungan SAP S/4HANA, dan perubahan pola kerjanya tercatat signifikan sejak agen AI masuk ke alur operasional.
Director of Complexity Management Maschinenfabrik Reinhausen, Peter Wied, menyebut integrasi tersebut mengubah cara timnya berinteraksi dengan data bisnis.
"Apa yang sebelumnya membutuhkan hingga satu jam pekerjaan manual di lingkungan SAP S/4HANA kami kini dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui bahasa alami--secara fundamental mengubah cara tim kami berinteraksi dengan data bisnis," ungkap Peter Wied.
Joule Work dan Joule Assistants berjalan di atas SAP Business AI Platform. Keduanya memungkinkan karyawan mengoperasikan sistem perusahaan yang kompleks cukup dengan instruksi bahasa sehari-hari.
Pendekatan ini berbeda dari alat AI generatif yang hanya menghasilkan teks atau menjawab pertanyaan dasar. Agen AI SAP dirancang mengeksekusi tugas operasional langsung di alur kerja bisnis, dengan tingkat otorisasi, keamanan, dan rekam jejak yang dapat dikendalikan perusahaan.
Kunci akurasinya ada di SAP Knowledge Graph, peta kontekstual yang memetakan lebih dari 7 juta bidang data bisnis. Integrasi ini memastikan Joule Assistants tidak asal memberikan jawaban, melainkan bekerja berdasarkan konteks data perusahaan.
Efisiensi skala besar dibuktikan SAP di internalnya sendiri. Sebanyak 110.000 karyawan SAP tercatat aktif menggunakan Joule Work dalam alur kerja harian. Perusahaan mencatat lonjakan produktivitas 20% di divisi keuangan, sumber daya manusia, dan pengadaan barang.
Sejumlah korporasi raksasa dunia juga mencatat pemangkasan beban kerja signifikan. PwC dan Nestlé mengadopsi SAP Billing Assistant dan Accounts Receivable Assistant untuk mengotomatisasi penagihan serta memprioritaskan penagihan berisiko secara presisi.
Penerapan awal International Trade Assistant terbukti memangkas beban kerja manual untuk klasifikasi transaksi hingga 50%. Novartis dan Morgan Foods mengubah pola kerja dari reaktif menjadi prediktif, dengan agen AI otomatis menghubungkan data permintaan, pasokan vendor, dan stok barang.
CEO SAP SE, Christian Klein, menegaskan konsep Autonomous Enterprise bukan lagi visi masa depan, melainkan solusi yang sudah memberi dampak bisnis terukur.
"Autonomous Enterprise telah hadir. Melalui Joule dan SAP Autonomous Suite yang dibangun di atas SAP Business AI Platform, kami membantu organisasi menghubungkan kecerdasan di seluruh fungsi bisnis untuk menghasilkan dampak bisnis yang nyata," ujar Christian Klein.
Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, langkah SAP ini menandai pergeseran adopsi AI di level enterprise: dari sekadar asisten percakapan menjadi agen yang mengeksekusi proses bisnis. Perusahaan yang beroperasi di atas SAP S/4HANA berpotensi menjadi kandidat awal penerapan Joule Work di kawasan Asia Tenggara, meski SAP belum mengumumkan jadwal rollout spesifik untuk pasar Indonesia.