SULAWESI TENGGARA — HP memperkenalkan EliteBoard G2a, PC desktop berbentuk keyboard dengan prosesor AMD Gorgon Point hingga Ryzen AI 7 PRO 450 dan RAM maksimal 32GB. Perangkat ini menyatukan seluruh komponen komputer ke dalam bodi berukuran 35,8 x 11,9 x 1,8 cm dengan bobot 676 gram. Harga mulai USD 3.028 atau sekitar Rp54 juta untuk konfigurasi terbawah.
Generasi terbaru dari lini komputer unik HP itu membawa sejumlah peningkatan spesifikasi dibanding pendahulunya. EliteBoard G2a menyasar pengguna yang butuh PC ringkas untuk dipasangkan ke monitor eksternal tanpa meja besar. Seluruh komponen utama terbenam di balik keyboard, bukan di dalam casing terpisah.
Konfigurasi paling basic EliteBoard G2a mengandalkan Ryzen AI 5 PRO 435, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Varian tertingginya memakai Ryzen AI 7 PRO 450 dengan RAM 32GB serta penyimpanan SSD 512GB. Keduanya dibekali NPU berkemampuan hingga 50 TOPS untuk menjalankan tugas AI secara lokal.
Dari sisi grafis, model dasar menggunakan Radeon 840M, sedangkan varian Ryzen AI 7 PRO 450 mendapat Radeon 860M yang lebih mumpuni. Seluruh komponen itu dikemas dalam bodi berukuran sekitar 35,8 x 11,9 x 1,8 cm dengan bobot hanya 676 gram.
EliteBoard G2a mengandalkan USB4 Type-C untuk terhubung ke monitor yang kompatibel. Tersedia pula satu port USB-C tambahan berkecepatan 10Gbps, sementara koneksi wireless sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.
HP tidak menyertakan port USB-A maupun Ethernet di perangkat ini. Pengguna yang butuh koneksi kabel atau periferal lama kemungkinan harus menambah hub eksternal. Di sisi lain, RAM dan SSD masih bisa di-upgrade, bahkan keyboard-nya dapat diganti jika mengalami kerusakan.
HP membanderol EliteBoard G2a mulai USD 3.028 atau setara Rp54 juta untuk konfigurasi Ryzen AI 5 PRO 435, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Varian Ryzen AI 7 PRO 450 dibanderol USD 4.167 atau sekitar Rp74 juta.
Angka itu menempatkan EliteBoard G2a di segmen premium, jauh di atas mini PC konsumer pada umumnya. Form factor berbentuk keyboard memang belum jadi kategori arus utama, tetapi HP konsisten menggarapnya sebagai produk lanjutan.
Konsep komputer yang menyatu dengan keyboard menyasar ruang kerja minimalis atau meja terbatas. Pengguna cukup menyambungkan satu kabel USB4 ke monitor, lalu menambahkan mouse dan daya. Untuk pasar Indonesia, perangkat seperti ini lebih relevan bagi pekerja profesional yang sering berpindah tempat kerja.
Kehadiran NPU 50 TOPS juga menandai arah baru HP dan AMD dalam mendorong fitur AI lokal. Software yang membutuhkan pemrosesan on-device bisa berjalan tanpa bergantung penuh pada cloud.
Belum ada keterangan resmi soal jadwal ketersediaan EliteBoard G2a di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. Harga dan konfigurasi yang beredar saat ini mengacu pada pasar global.