KENDARI — Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari menargetkan kehadiran kios pangan di seluruh pasar rakyat sebagai instrumen pengendali harga di tingkat basis perdagangan. Abdul Rauf menyebut kios tersebut akan dikelola melalui kerja sama langsung dengan Perumda Pasar, bukan sekadar penambahan lapak biasa.
Dorongan ini muncul setelah Badan Pusat Statistik merilis posisi inflasi Kota Kendari di angka 4,13 persen. Angka itu tergolong cukup tinggi dan membuat lonjakan harga pangan, khususnya beras, perlu diantisipasi lebih awal.
Pasar rakyat dipilih karena menjadi titik transaksi pertama antara pedagang dan warga. Kehadiran kios pangan di lokasi itu diharapkan bisa menahan kenaikan harga sebelum menjalar ke tingkat eceran.
Abdul Rauf menegaskan arah kebijakan tersebut dalam pernyataannya.
"Bagaimana pihak Perumda menghadirkan kios pangan di setiap pasar sebagai pengendali inflasi sehingga di setiap pasar ada pengendali harga," ujar Abdul Rauf, Senin (12/10/2026).
Selain kios pangan, Pemkot Kendari menjalankan Gerakan Pangan Murah berkelanjutan bersama Perum Bulog. GPM khusus beras akan digencarkan mulai hari Rabu di dua kelurahan setiap harinya.
Dua lokasi yang disebut dalam rencana awal adalah Kelurahan Watu-Watu dan Lahundape. Alokasi rata-rata mencapai 1 ton beras per kelurahan untuk menjaga pasokan tetap tersedia di tingkat warga.
Skema harian ini membuat distribusi beras murah tidak menumpuk di satu titik. Warga di kelurahan berbeda mendapat giliran sesuai jadwal yang disusun dinas.
Pengendalian inflasi di Kendari melibatkan empat pihak sekaligus: Pemkot Kendari, Perumda Pasar, Bulog, dan mitra strategis lain. Pembagian peran dibuat agar tidak ada tumpang tindih antara stabilisasi pasokan dan pengawasan harga.
Perumda Pasar memegang fungsi penyediaan kios dan pengelolaan pasar. Bulog memasok beras untuk GPM. Dinas Ketahanan Pangan menyusun jadwal dan lokasi sasaran.
Kombinasi ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan harga pangan. Pemkot Kendari menyatakan upaya tersebut akan berjalan berkelanjutan, bukan program musiman.