SULAWESI TENGGARA — Menambahkan gula, susu, atau creamer ke dalam kopi membuat kalori minuman melonjak dan memicu penumpukan lemak perut. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan cara minum kopi yang aman untuk program diet, mulai dari memilih kopi hitam hingga mengatur porsi pemanis harian.
Kopi murni tanpa campuran apa pun tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa sumber masalahnya ada pada bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam cangkir kopi.
"Jadi sebenarnya kopi itu enggak bikin berat badan naik. Tapi yang bikin berat badan naik ketika kita tambahin kopinya dengan gula, dengan creamer, dengan susu," ujar dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).
Kalori dari gula dan susu itulah yang membuat asupan harian membengkak. Efeknya terasa di lingkar perut, bukan dari biji kopi itu sendiri.
Kopi hitam polos tanpa gula atau susu punya manfaat lain. Menurut dr Yaze, minuman ini bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak tubuh dalam kadar ringan.
Kopi juga membantu menahan nafsu makan untuk sementara waktu. Efek ini membuat kopi hitam lebih aman dikonsumsi saat ibu sedang menjalani program penurunan berat badan.
Yang perlu diingat, manfaat tersebut hanya berlaku pada kopi tanpa tambahan pemanis. Begitu gula atau creamer masuk, profil kalorinya berubah total.
Penambahan gula berlebihan pada kopi maupun teh secara terus-menerus memicu penumpukan visceral fat atau lemak perut. Saat asupan gula melebihi kapasitas pengolahan tubuh, kelebihan energi diubah menjadi lemak dan kolesterol.
"Sebenarnya si gulanya yang meningkatkan visceral fat tadi. Akhirnya perutnya jadi buncit, karena visceral fat akan bertambah terus," papar dr Yaze.
Dampaknya tidak berhenti pada penampilan perut. Jika tempat penyimpanan lemak tubuh sudah penuh, lemak akan mengendap di organ-organ vital.
"Dia 'parkir' di organ-organ yang enggak seharusnya, misalnya di pankreas, jantung, atau di hati (liver). Jadi masalah-masalah lain yang terjadi, kayak fatty liver (perlemakan hati), diabetes tipe 2, bisa menyebabkan hipertensi juga. Jadi peradangan akibat kelebihan lemak itu nyata," tegas dr Yaze.
dr Yaze mengingatkan pentingnya membatasi kadar pemanis tambahan dalam minuman harian. Namun, bukan berarti gula harus dihindari sama sekali.
"Bukan berarti enggak boleh sama sekali kita enggak makan gula. Masih boleh, tapi memang porsinya sudah mulai dikurangin. Karena selain meningkatkan gula darah, pasti akan menyebabkan penyakit-penyakit lain," pungkasnya.
Untuk ibu yang rutin minum kopi, mulailah dengan mengurangi takaran gula atau susu secara bertahap. Pilih kopi hitam beberapa hari dalam sepekan, lalu perhatikan perubahan energi dan lingkar perut.
Konsultasi ke dokter gizi dianjurkan bila berat badan terus naik meski pola minum kopi sudah diperbaiki. Riwayat diabetes, hipertensi, atau perlemakan hati di keluarga juga jadi alasan kuat untuk memeriksakan diri lebih awal.
Perubahan kecil pada cara minum kopi harian bisa berdampak panjang pada kesehatan tubuh. Mulai dari cangkir berikutnya, kurangi pemanis dan nikmati manfaat kopi yang sebenarnya.