KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara bersama Wali Kota Kendari meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat di Kota Kendari, beberapa waktu lalu. Langkah ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah dalam merealisasikan program pendidikan gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Apa Itu Sekolah Rakyat yang Akan Dibangun?
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan formal yang dirancang khusus untuk anak-anak dari kalangan kurang mampu. Program ini digadang-gadang akan menggratiskan seluruh biaya pendidikan, mulai dari seragam, buku, hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya. Pemerintah daerah menyebut konsep ini berbeda dengan sekolah reguler karena adanya pendekatan afirmatif bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Mengapa Peninjauan Ini Penting?
Peninjauan langsung oleh dua kepala daerah ini dilakukan untuk memastikan lokasi yang dipilih memenuhi standar kelayakan sebagai lembaga pendidikan. Aspek yang dicek meliputi luas lahan, akses transportasi, serta ketersediaan fasilitas penunjang seperti ruang kelas dan sanitasi. Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat bisa mulai beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.
Gubernur Sultra menegaskan bahwa program ini bukan sekadar wacana. Pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera menyusun regulasi teknis, termasuk kurikulum khusus yang sesuai dengan kebutuhan siswa dari latar belakang ekonomi lemah. "Kami ingin anak-anak Sultra yang pintar tapi terkendala biaya tetap bisa bersekolah dengan layak," ujar Gubernur dalam kesempatan tersebut.
Kapan Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi?
Pemerintah menargetkan proses pembangunan dan persiapan administrasi rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai. Saat ini tim teknis dari Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum masih melakukan kajian kelayakan bangunan. Jika semua berjalan lancar, penerimaan siswa perdana akan dibuka dalam beberapa bulan ke depan.
Wali Kota Kendari menambahkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh program ini dengan menyiapkan anggaran pendamping dari APBD Kota Kendari. "Kami akan alokasikan anggaran untuk operasional dan kebutuhan siswa agar program ini benar-benar gratis dan berkualitas," katanya.
Apa Langkah Selanjutnya?
Setelah peninjauan, pemerintah akan menggelar rapat koordinasi lintas dinas untuk membahas detail teknis, termasuk rekrutmen tenaga pengajar dan penyusunan modul ajar. Sosialisasi ke masyarakat, terutama ke kelurahan-kelurahan dengan angka kemiskinan tinggi, juga akan segera dilakukan agar tidak ada anak putus sekolah karena alasan biaya.