SULAWESI TENGGARA — Laga babak 32 besar antara Mesir dan Australia berlangsung sengit sejak menit awal. Tim berjuluk The Pharaohs unggul lebih dulu lewat gol Ashour di babak pertama, namun keunggulan itu sirna setelah bek Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri di awal babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tos-tosan.
Dua Eksekutor Australia Gagal, Mesir Lolos Bersejarah
Dalam babak adu penalti, dua penendang Australia gagal menjalankan tugasnya. Mesir yang tampil tenang sukses mengonversi empat dari empat kesempatan, memastikan kemenangan 4-2. Ini menjadi kali pertama Mesir menembus fase gugur Piala Dunia sejak debut mereka di turnamen ini.
Keberhasilan ini membawa Mo Salah dkk bersiap menghadapi raksasa Amerika Selatan, Argentina, di babak 16 besar pada Selasa (7/7). Pertandingan itu akan menjadi ujian terberat Mesir sejauh ini di turnamen.
"Hati dan Jiwa Saya Bersama Rakyat Palestina"
Usai laga, momen emosional terjadi. Pelatih Hossam Hassan mengeluarkan bendera Palestina dan mengibarkannya di tengah lapangan. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, ia menyampaikan dedikasi yang mendalam.
"Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Mesir dan rakyat Palestina yang terhormat. Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada Palestina," ujar Hassan dengan mata berkaca-kaca.
"Hati dan jiwa saya bersama rakyat Palestina. Semoga Allah melindungi orang-orang yang hidup dan merahmati para syuhada di sana," sambungnya.
Konflik Palestina-Israel: 70 Ribu Jiwa Meninggal
Dukungan Hassan datang di tengah eskalasi konflik Palestina-Israel yang masih berlangsung. Sejak invasi besar-besaran pada Oktober 2023, tercatat sekitar 70 ribu warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 170 ribu lainnya luka-luka. Aksi solidaritas dari pesepakbola dan pelatih asal Timur Tengah kerap muncul di berbagai ajang internasional.
Kini, perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 belum berakhir. Selain berburu tiket perempat final, skuad asuhan Hassan juga membawa misi kemanusiaan yang lebih besar: menyuarakan penderitaan Palestina di panggung sepak bola dunia.