KENDARI — Prestasi ini sekaligus mengantarkan Ratu Bilqis sebagai duta Indonesia ke ajang serupa tingkat Asia yang akan digelar di Singapura pada Januari 2027. Lomba ini tidak hanya menilai penampilan dalam balutan wastra, tetapi juga penguasaan filosofi kain tradisional, wawasan kebangsaan, serta kemampuan public speaking.
Dinilai dari Pengetahuan Filosofi hingga Kepribadian
Dewan juri memberikan penilaian ketat pada setiap peserta. Ratu Bilqis dinilai unggul dalam penguasaan materi filosofi wastra Nusantara dan kemampuan menyampaikan gagasan di depan publik. Penampilannya yang anggun dan percaya diri dengan busana tradisional disebut menjadi nilai tambah yang menentukan.
Kepala MTs Negeri 1 Kota Kendari, Mappataliang, menyampaikan rasa syukur atas capaian anak didiknya. “Alhamdulillah, ini adalah sejarah dan kebanggaan besar bagi keluarga besar MTsN 1 Kota Kendari,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Putri Pasangan Maidin Abdul Syaid dan Hasrianti
Ratu Bilqis merupakan putri dari pasangan Maidin Abdul Syaid dan Hasrianti, S.ST., M.Kes. Prestasi ini disebut sebagai buah dari kerja keras dan dukungan penuh orang tua selama proses persiapan lomba. Mappataliang menambahkan bahwa Ratu Bilqis telah membuktikan siswa madrasah mampu bersaing di level nasional dan siap mengharumkan nama Indonesia di Asia.
Inspirasi bagi Pelajar di Sultra
Keberhasilan Ratu Bilqis diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain, khususnya di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara, untuk terus berani bermimpi dan berprestasi. “Mudah-mudahan prestasi seperti ini bisa ditorehkan oleh anak-anak kita yang lain, baik di bidang yang sama maupun pada bidang lain,” pungkas Mappataliang.
Ajang Pesona Wastra Nusantara menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya kain tradisional Indonesia. Dengan kemenangan ini, Ratu Bilqis tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga memperkuat posisi wastra Nusantara di kancah internasional.