KENDARI — Perjalanan panjang hampir enam dekade lembaga pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tenggara akhirnya mencapai puncaknya. IAIN Kendari resmi bertransformasi menjadi UIN Kendari berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2026 yang berlaku pada 28 Juli 2026.
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. H. Husain Insawan, M.Ag., menyebut status baru ini bukan sekadar pergantian papan nama. “Ini adalah anugerah sekaligus amanah besar. Hasil dari ikhtiar panjang, kerja keras, doa, dan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa.
Cikal Bakal dari Fakultas Tarbiyah pada 1967
Transformasi ini merupakan puncak dari rangkaian panjang perubahan bentuk kelembagaan. Cikal bakal UIN Kendari berawal dari Fakultas Tarbiyah Filial IAIN Alauddin Ujung Pandang di Kendari yang berdiri pada 28 April 1967.
Pada 1997, statusnya meningkat menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Qaimuddin Kendari. Kemudian, melalui Peraturan Presiden Nomor 145 Tahun 2014, berubah lagi menjadi IAIN Kendari sebelum akhirnya kini resmi menjadi universitas.
Peluang Lahirnya Program Studi Baru dan Riset Global
Status UIN memberikan keleluasaan bagi kampus untuk membuka fakultas dan program studi yang lebih variatif sesuai kebutuhan masyarakat. Rektor menekankan, ke depan kampus harus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sains, teknologi, sosial, humaniora, dan disiplin ilmu lainnya.
“Transformasi ini harus menjadi momentum memperkuat tata kelola, mutu akademik, dan pengembangan keilmuan. UIN Kendari harus mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang terintegrasi,” kata Prof. Husain.
Pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional. Targetnya, meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi untuk Presiden hingga Masyarakat Sultra
Dalam pernyataan resminya, Prof. Husain menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Menteri Agama, kementerian terkait, Pemprov Sulawesi Tenggara, para alumni, mitra kerja, serta masyarakat yang mendukung proses ini. Ia berharap UIN Kendari menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, berdaya saing global, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara.