BUTON — Biaya membangun rumah atau gedung di Kabupaten Buton kini relatif lebih murah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025, indeks kemahalan konstruksi di kabupaten ini berada di angka 95,37 poin.
Angka tersebut merosot 3,94 poin dari capaian tahun sebelumnya. Jika ditarik lebih panjang, penurunan dalam lima tahun terakhir mencapai 10,8 poin, menandakan biaya konstruksi di wilayah ini mengalami tren penurunan yang konsisten.
Arti Angka 95,37 Poin bagi Warga dan Kontraktor
IKK adalah indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu daerah dibandingkan dengan harga di kota acuan, yakni Kota Surabaya. Semakin tinggi angkanya, semakin mahal pula biaya pembangunan di lokasi tersebut.
Dengan nilai 95,37 poin, harga konstruksi di Kabupaten Buton setara 0,954 kali harga di Surabaya. Artinya, biaya membangun bangunan di Buton sekitar 4,6 persen lebih rendah dibandingkan di kota acuan tersebut.
Bagi warga yang berencana membangun rumah atau kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah, penurunan ini bisa menjadi sinyal positif dari sisi efisiensi anggaran.
Posisi Buton di Tengah 17 Kabupaten/Kota Sultra
Meski turun, Kabupaten Buton masih berada di urutan ke-14 dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dengan IKK terendah. Artinya, masih ada tiga daerah lain yang biaya konstruksinya lebih murah.
Kota Kendari mencatatkan IKK terendah di provinsi ini dengan 86,1 poin, disusul Kabupaten Konawe (86,55 poin), Kabupaten Kolaka (86,59 poin), Kabupaten Kolaka Timur (87,09 poin), dan Kabupaten Kolaka Utara (87,39 poin).
Empat Wilayah Buton Masuk Daftar Termahal
Di sisi lain, wilayah-wilayah di sekitar Buton justru mendominasi daftar IKK tertinggi di Sulawesi Tenggara. Kabupaten Wakatobi menempati posisi puncak dengan 105,7 poin, menjadikannya satu-satunya daerah di provinsi ini yang biaya konstruksinya melampaui Surabaya.
Disusul Kabupaten Buton Tengah dengan 98,53 poin, Kabupaten Buton Utara 95,94 poin, Kabupaten Buton 95,37 poin, dan Kabupaten Buton Selatan dengan 94,19 poin.
Kondisi ini menunjukkan disparitas biaya pembangunan yang cukup lebar antara kawasan perkotaan seperti Kendari dan wilayah kepulauan seperti Wakatobi serta Buton Raya.