KENDARI — Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, secara khusus membuka ruang dialog dengan insan pers dalam acara coffee morning di pelataran Markas Lanal Kendari, Kamis (6/8/2026). Pertemuan yang berlatar panorama Jembatan Teluk Kendari ini ia manfaatkan untuk mempererat kemitraan antara institusi TNI AL dan media.
Kolonel Lubis mengaku baru dua minggu menjabat di Kendari. Sebelumnya, ia memimpin Satuan Kapal Bantu di Surabaya yang membawahi kapal-kapal perang. Baginya, penugasan di Sulawesi Tenggara ini merupakan pengalaman pertamanya memimpin satuan teritorial.
“Ini pengalaman pertama saya bertugas di wilayah teritorial sehingga saya juga banyak belajar membangun komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya dalam suasana santai yang penuh keakraban.
Pengalaman Berlayar Bersama Wartawan di KRI Dewa Ruci dan KRI Bima Suci
Meski baru bertugas di wilayah teritorial, perwira menengah TNI AL itu mengaku tidak asing dengan dunia jurnalistik. Selama menjadi Komandan KRI Dewa Ruci maupun KRI Bima Suci, ia kerap berlayar bersama wartawan dari berbagai media nasional hingga jurnalis asing yang meliput pelayaran ke Australia dan Eropa.
“Karena itu saya tahu betapa pentingnya peran media. Pers adalah mitra strategis. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, semua bisa diketahui masyarakat. Tinggal bagaimana kita menyampaikan informasi secara objektif dan jujur,” katanya.
Ia juga mengingat pesan seniornya bahwa publikasi memiliki peran besar dalam memperkenalkan tugas dan pengabdian TNI AL kepada masyarakat.
“Saya pernah diingatkan senior, latihan seribu kali tanpa publikasi akan kurang berdampak. Karena itu mari kita bersama-sama menghadirkan informasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Pelataran Lanal Kendari Disiapkan sebagai Ruang Diskusi Awak Media
Kolonel Lubis menegaskan bahwa coffee morning ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi terbuka antara Lanal Kendari dan insan pers. Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan dan peliputan yang objektif.
“Nanti kalau ada kegiatan Lanal, kami pasti mengundang teman-teman media. Mari kita saling mendukung dan berkolaborasi menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia bahkan menawarkan pelataran Lanal Kendari yang menghadap Teluk Kendari sebagai tempat berkumpul yang nyaman bagi awak media dan jajaran TNI AL. “Di sini pemandangannya bagus. Tidak perlu jauh-jauh ke kafe, kita bisa berdiskusi dan bersilaturahmi di tempat ini,” katanya sambil disambut senyum para peserta.
PWI Sultra: Komunikasi Terbuka Minimalkan Kesalahpahaman Pemberitaan
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara, Sarjono, mengapresiasi inisiatif Komandan Lanal Kendari yang membuka ruang dialog dengan insan pers. Menurutnya, kemitraan yang baik antara institusi dan media menjadi fondasi penting dalam menghadirkan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dan kesempatan bersilaturahmi ini. Semoga komunikasi seperti ini terus terbangun sehingga hubungan antara Lanal Kendari dan media semakin kuat,” ujarnya.
Sarjono menegaskan bahwa wartawan bekerja dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik yang mengedepankan objektivitas, keberimbangan, akurasi, serta tanggung jawab moral dalam setiap pemberitaan. “Konsep utama profesi wartawan adalah integritas dan tanggung jawab. Dalam Kode Etik Jurnalistik disebutkan bahwa wartawan harus menguji informasi, melakukan konfirmasi, serta tidak membuat berita bohong, fitnah maupun pemberitaan yang dilandasi niat buruk,” tegasnya.
Ia menilai, komunikasi yang terbuka antara narasumber dan media akan meminimalkan kesalahpahaman sekaligus menghasilkan pemberitaan yang utuh dan berimbang. “Kalau komunikasi berjalan baik, informasi bisa diklarifikasi dan masyarakat akan menerima berita yang benar serta berimbang. Karena itu kemitraan antara media dan berbagai institusi, termasuk TNI AL, sangat penting untuk terus dijaga,” pungkasnya.