Pencarian

Ditto Ganti Sistem Swipe dengan AI Jodoh, 150.000 Mahasiswa Sudah Daftar

Jumat, 07 Agustus 2026 • 04:58:02 WIB
Ditto Ganti Sistem Swipe dengan AI Jodoh, 150.000 Mahasiswa Sudah Daftar
Para pendiri Ditto, Allen Wang dan Eric Liu, memperkenalkan aplikasi kencan berbasis AI tanpa mekanisme swipe di hadapan mahasiswa.

SULAWESI TENGGARA — Kelelahan terhadap aplikasi kencan berbasis swipe seperti Tinder dan Hinge mendorong dua mantan mahasiswa UC Berkeley, Allen Wang dan Eric Liu, membangun Ditto. Aplikasi ini meninggalkan mekanisme swipe sepenuhnya dan mengandalkan AI untuk memilihkan pasangan yang cocok berdasarkan kepribadian, bukan sekadar hobi yang sama.

Model Kencan Tanpa Swipe

Ditto tidak diunduh seperti aplikasi biasa. Mahasiswa yang ingin bergabung cukup mengirim SMS ke nomor iMessage tertentu beserta kode akses. Setelah itu, chatbot bernama Ditto memperkenalkan diri sebagai inisiatif kencan yang dibuat oleh mahasiswa, tanpa swipe dan tanpa DM yang canggung, hanya kencan nyata setiap Rabu pukul 19.00.

Proses registrasi dilakukan lewat percakapan teks. Pengguna mengisi data dasar seperti nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir, lalu menjawab pertanyaan yang lebih spesifik tentang kepribadian, minat, dan preferensi kencan. Sebagian pengguna bahkan mengunggah foto selebriti idola untuk memberi tahu AI tentang tipe mereka.

AI Mencocokkan Berdasarkan Sifat, Bukan Hobi

Algoritma Ditto tidak mencari pasangan dengan hobi yang mirip, melainkan membaca makna di balik hobi tersebut. Wang memberi contoh: seorang pria yang suka panjat tebing dan olahraga luar ruang bisa dicocokkan dengan wanita yang menyukai hip hop, streetwear, dan skateboard. Secara permukaan hobi mereka berbeda, tapi AI menilai keduanya sama-sama petualang dan individualistis.

"Chemistry itu sebenarnya bisa diprediksi jika sinyalnya tepat," kata Wang kepada TechCrunch. Ia menambahkan bahwa klaim Ditto adalah kecocokan bisa dihitung dengan sinyal yang benar.

Setiap Rabu pukul 19.00, Ditto mengirim pesan berisi profil pasangan, waktu, dan lokasi kencan. Pengguna tinggal datang dan bertemu. Setelah kencan selesai, Ditto meminta umpan balik untuk memperbaiki rekomendasi berikutnya.

20% Pertemuan Berlanjut ke Kencan Nyata

Ditto mencatat 150.000 pendaftar. Dari semua pasangan yang dihubungkan, sekitar 20% berlanjut ke kencan tatap muka. Angka itu mungkin terdengar kecil, tapi Wang menilai ini jauh lebih baik daripada pengalaman swipe yang sering berakhir tanpa pertemuan sama sekali.

Untuk memperkenalkan pasangan, Ditto membuat grafik kolase yang menjelaskan alasan kecocokan mereka. Gaya visual ini populer di kalangan Gen Z dan juga dipakai oleh aplikasi koneksi lain seperti Sonder.

Keamanan dan Ekspansi ke Kampus Lain

Ditto saat ini hanya tersedia di beberapa lusin kampus. Karena pengguna harus memiliki email .edu, ada proses verifikasi bawaan yang memastikan seseorang benar-benar mahasiswa di universitas tersebut. Ini mengurangi risiko bertemu orang yang mengaku-ngaku.

Tim Ditto kini berfokus memperluas jangkauan ke lebih banyak sekolah, dan akhirnya keluar dari lingkungan kampus, sambil menjaga keamanan. Perusahaan rintisan ini mendapat pendanaan awal US$ 9,2 juta dari investor seperti Gradient, Peak XV, dan Scribble. Wang menyebut 99% investor justru menghubungi mereka sendiri, termasuk salah satu pendiri Duolingo, Severin Hacker.

Pemasaran Unik dan Target Pengguna

Ditto membangun popularitas lewat aksi pemasaran yang tidak biasa, seperti video robot stunt. Kini perusahaan berbasis di San Francisco itu mempekerjakan 12 karyawan penuh waktu dan membuka lowongan "chief yacht officer" untuk mengadakan pesta promosi.

"Pengguna kami mahasiswa, dan mereka bisa mencium pemasaran korporat dari jarak satu mil," ujar Wang. "Momen viral membuat mahasiswa melihat, tapi kencan pertama yang baik yang membuat mereka bertahan."

Ditto menyasar mahasiswa yang muak dengan obrolan basa-basi dan swipe tanpa ujung. Bagi mereka, aplikasi ini menawarkan cara bertemu orang baru dengan lebih terarah dan langsung pada kencan sungguhan.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks