Pencarian

Selain Wakatobi, Ini 10 Destinasi Tersembunyi di Sulawesi Tenggara

Senin, 10 Agustus 2026 • 18:48:01 WIB
Selain Wakatobi, Ini 10 Destinasi Tersembunyi di Sulawesi Tenggara
Tempat wisata tersembunyi di Sulawesi Tenggara. (Foto: nET)

SULAWESI TENGGARA - Di luar nama besar Wakatobi, Sulawesi Tenggara masih menyimpan banyak titik wisata yang belum ramai — mulai pulau kecil, perbukitan, air terjun, hingga desa dengan warisan budaya kuat.

Wakatobi sendiri terbentuk dari empat pulau utama: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, dikenal karena kekayaan terumbu karang dan biota lautnya (catatan: Labuan Bajo berada di NTT, bukan Sultra). Selain destinasi populer itu, masih ada banyak lokasi yang menawarkan pengalaman lebih dekat dengan alam dan masyarakat lokal.

Sepuluh Titik Wisata yang Layak Dijelajahi

1. Pulau Bokori, Konawe Selatan
Pulau tropis kecil dengan pasir dan perairan yang cocok untuk berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati laut. Bawa alat snorkeling sendiri kalau penyewaan di lokasi terbatas, dan pastikan cuaca serta gelombang aman sebelum menyeberang.

2. Pantai Nirwana, Baubau
Terletak di Pulau Buton, menawarkan pasir dan laut biru yang paling indah saat cuaca cerah — pagi untuk udara segar, sore untuk menikmati langit senja. Tingkat keramaian bisa berubah mengikuti musim, jadi label "sepi" bersifat relatif.

3. Kawasan Alami Air Terjun Moramo, Konawe Selatan
Terkenal dengan bebatuan bertingkat dan kolam alami. Nama "Moramo Mini" belum tercatat resmi, sehingga kawasan sekitarnya lebih tepat disebut area eksplorasi tambahan. Tetap di jalur yang ada, jangan rusak vegetasi, dan perhatikan kedalaman serta arus sebelum berenang di kolam.

4. Pulau-Pulau Kecil di Sekitar Kaledupa
Masuk ekosistem Taman Nasional Wakatobi dan kaya lokasi snorkeling via operator lokal. Sebutan "Kaledupa Mini" juga belum resmi. Karena berstatus kawasan konservasi, jangan sentuh atau ambil karang, dan jangan buang sampah sembarangan ke laut.

5. Limbo Wolio, Baubau
Desa wisata di Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum, berada dalam lingkungan Benteng Keraton Buton yang dibangun sejak era Kesultanan Buton dengan susunan batu karst. Pengunjung bisa menjajal kerajinan, kuliner, permainan tradisional, dan kain tenun Buton yang motif serta warnanya terkait erat dengan identitas sosial masyarakat setempat.

6. Pulau Tomia dan Titik Bahari di Sekitarnya
Salah satu pulau utama Wakatobi favorit penyelam, dengan puluhan titik diving seperti Roma, Cornucopia, dan House Reef menurut catatan Indonesia Travel. Sebutan "Tomia Mini" belum resmi, tapi garis pantainya tetap menyuguhkan pasir putih dan laut tropis, dengan banyak pengalaman bahari lewat operator lokal.

7. Pantai Rawa, Muna
Punya pasir dan perairan relatif tenang, pas untuk piknik santai, jalan-jalan di tepi pantai, atau berburu foto. Ombak tetap bisa berubah karena cuaca, angin, dan pasang surut, sehingga berenang sebaiknya di zona yang diizinkan setelah bertanya ke warga atau pengelola setempat.

8. Air Terjun Lahundapi, Kolaka
Berlokasi di hutan tropis dengan kolam alami, informasinya masih minim dibanding destinasi Sultra yang lebih dikenal. Siapkan air minum, camilan, dan alas kaki yang sesuai, serta lebih aman menjelajah bersama pemandu atau warga lokal yang mengenal medan.

9. Pulau Hoga dan Kawasan Sekitarnya
Bagian penting wisata bahari Wakatobi dengan pasir putih, air jernih, area hijau, dan banyak titik penyelaman menurut Indonesia Travel. Wakatobi masuk Coral Triangle dengan sekitar 942 spesies ikan dan 750 spesies karang menurut sumber resmi pariwisata Indonesia — jaga jarak dari terumbu dan jangan ambil biota laut.

10. Perbukitan Wawonii, Konawe Kepulauan
Menawarkan pemandangan laut dan gugusan pulau dari ketinggian. Nama "Bukit Wawonii" masih minim dokumentasi resmi, tapi wilayah Wawonii memang menyimpan potensi pantai, air terjun, dan perbukitan. Momen matahari terbenam jadi incaran; sebaiknya mendaki sebelum gelap, dan siapkan penerangan serta pendamping lokal bila mengejar sunrise.

Alasan Destinasi Ini Layak Dilirik

Belum ramai bukan berarti bebas aturan — Wakatobi berstatus taman nasional laut seluas sekitar 1,4 juta hektare. Contoh seperti Limbo Wolio juga menegaskan bahwa daya tarik perjalanan tidak selalu bergantung pada panorama alam semata, tapi juga sejarah dan budaya.

Yang Perlu Disiapkan

Akses, sinyal, transportasi, dan fasilitas bisa berbeda jauh antar lokasi, sehingga pemandu lokal sangat membantu — baik untuk navigasi maupun memahami kebiasaan masyarakat setempat. Untuk perjalanan ke pulau, siapkan obat pribadi, air minum, pelindung matahari, dry bag, dan uang tunai; untuk air terjun dan bukit, utamakan alas kaki bercengkeram kuat dan alat penerangan.

Prinsip wisata berkelanjutan tetap harus dipegang: bawa pulang sampah sendiri, jangan sentuh terumbu karang, jangan ganggu satwa liar, dan jangan membawa pulang benda budaya sebagai suvenir.

Kekayaan wisata Sulawesi Tenggara jauh lebih luas dari sekadar Wakatobi — pantai, pulau kecil, air terjun, perbukitan, dan warisan budaya masing-masing punya daya tarik sendiri. Karena sejumlah nama destinasi belum terdokumentasi resmi, mengecek akses dan keberadaan lokasi ke pengelola atau warga setempat tetap perlu dilakukan sebelum berangkat.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks