SULAWESI TENGGARA — Kepastian itu disampaikan Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun lewat pesan singkat kepada Republika, Kamis (10/9/2026). Ia menegaskan Pertamina tidak bergerak sendiri dalam menentukan harga BBM bersubsidi.
Evaluasi Bulanan Jadi Dasar Keputusan Harga
Roberth menjelaskan, fluktuasi harga minyak dunia membuat Pertamina harus melakukan koordinasi internal lebih dulu sebelum berkomunikasi dengan pemerintah. Koordinasi itu menyangkut evaluasi bulanan yang rutin dilakukan.
"Terkait dengan harga Minyak Dunia yang fluktuatif ini tentunya Pertamina akan berkordinasi terlebih dahulu secara internal dan kemudian berkordinasi intens dengan Regulator/Pemerintah," ujarnya.
Evaluasi bulanan dipakai untuk memetakan kemungkinan, potensi, serta kebijakan yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Dari situ, keputusan soal penyesuaian atau tidaknya harga BBM bersubsidi diambil.
Brent Ditutup di 101,21 Dolar AS per Barel
Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Kamis (10/9/2026) ditutup naik 3,29 dolar AS atau 3,4 persen menjadi 101,21 dolar AS per barel. Sepanjang sesi, harga sempat menyentuh 101,58 dolar AS per barel.
Kontrak Brent untuk pengiriman terdekat itu menjadi level tertinggi sejak 22 Mei 2026. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,02 dolar AS atau 3,25 persen menjadi 96,05 dolar AS per barel.
Lonjakan dipicu serangan Iran dan Amerika Serikat terhadap kapal tanker dalam gelombang terbesar sejak perang dimulai. Sejak perang Iran dimulai 28 Februari 2026, Brent sempat melonjak hingga 126,41 dolar AS per barel pada 30 April.
Selat Hormuz Masih Jadi Titik Rawan Pasokan
Volume pelayaran melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level sebelum perang. Jalur itu termasuk rute energi terpenting dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global sebelumnya melewati kawasan tersebut.
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menaikkan proyeksi harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan. Langkah itu diambil ketika persediaan minyak global turun cepat akibat berkurangnya pasokan dari Timur Tengah.
Pertamina: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
Roberth memastikan harga BBM bersubsidi tetap dan tidak mengalami penyesuaian. Ia meminta masyarakat tidak cemas menyikapi gejolak harga minyak dunia yang sedang berlangsung.
"Pada prinsipnya sesuai dengan Kebijakan Pemerintah yang diacu Pertamina bahwasannya Masyarakat tidak perlu kuatir untuk BBM Bersubsidi akan tetap dan tidak mengalami perubahan penyesuaian," kata Roberth.
Koordinasi internal dan pembahasan dengan regulator akan menentukan langkah lanjutan Pertamina. Evaluasi bulanan menjadi mekanisme yang dipakai untuk membaca potensi dan kemungkinan kebijakan berikutnya.