Pencarian

Mau Turun Berat Badan? Dokter Gizi Ingatkan Jangan Stop Gula 100 Persen

Selasa, 15 September 2026 • 09:18:31 WIB
Mau Turun Berat Badan? Dokter Gizi Ingatkan Jangan Stop Gula 100 Persen
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan diet penurunan berat badan tidak mengharuskan penghentian konsumsi gula sepenuhnya.

SULAWESI TENGGARA — Keinginan menurunkan berat badan sering membuat orang mengambil jalan ekstrem. Salah satunya menghapus seluruh asupan gula dari menu sehari-hari.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa diet untuk menurunkan berat badan bukan berarti harus menghentikan konsumsi gula sepenuhnya.

Bukan Berarti Harus Nol Gula

Dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026), dr Yaze menyampaikan bahwa tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi. Menghapusnya total bukan solusi, melainkan masalah baru.

"Kalau mau turun berat badan bukan berarti harus stop gula 100 persen, nggak ada gulanya sama sekali," tegas dr Yaze.

Yang paling sering terjadi, ibu salah kaprah. Niatnya mengurangi gula pasir, tapi nasi, ubi, dan buah-buahan ikut distop. Padahal ketiganya sumber karbohidrat dan gula alami yang dibutuhkan tubuh.

Bahaya Hipoglikemia Kalau Karbohidrat Distop Total

"Kayak misalnya nasi dia setop juga, terus ubi juga nggak dimakan, habis itu buah-buahan juga nggak dimakan. Jadi akhirnya sumber karbohidratnya nggak ada, ya sudah pasti terjadi hipoglikemia," jelasnya.

Hipoglikemia adalah kondisi saat kadar gula darah turun di bawah batas normal. Otak dan tubuh kekurangan pasokan energi utama.

"Karena kalau terjadi hipoglikemia itu bisa sampai pingsan tiba-tiba, karena kadar gula dalam darahnya tiba-tiba turun kurang dari normal," beber dr Yaze.

"Itu kan berarti otak kita jadi kekurangan oksigen, jadi kekurangan nutrisi. Jadi itu yang bikin jadi lemot, susah mikir, bahkan bisa sampai pingsan," tambah dia.

Cara Aman Kurangi Gula: Bertahap, Bukan Mendadak

Agar diet tetap aman, dr Yaze menyarankan pengurangan gula dilakukan perlahan. Tubuh perlu waktu beradaptasi dengan asupan yang berkurang.

"Jadi bukan berarti nggak boleh sama sekali, bukan berarti langsung nol gula. Jadi tipsnya kalau mau ngurangin gula ya pelan-pelan. Dari 70 persen ke 50 persen, terus ke 30 persen," ungkapnya.

Pendekatan bertahap ini membantu tubuh menyesuaikan diri tanpa memicu gula darah anjlok. Ibu tetap bisa mendapatkan energi untuk mengurus anak dan beraktivitas.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gizi

Kalau ibu punya kondisi khusus seperti diabetes gestasional, riwayat hipoglikemia, atau sedang menyusui, sebaiknya konsultasi dulu sebelum mengubah pola makan secara signifikan.

Dokter gizi bisa membantu menyusun menu yang tetap mendukung penurunan berat badan tanpa mengorbankan kebutuhan energi harian.

Menurunkan berat badan setelah melahirkan memang butuh kesabaran. Mengurangi gula secara bertahap jauh lebih aman daripada memangkasnya total dalam semalam.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks