SULAWESI TENGGARA — Empat badak putih asal Eropa tiba di Kebun Binatang Guadalajara, Meksiko, pada Rabu (21/10) sebagai bagian program konservasi lintas negara. Dua badak dikirim dari Jerman dan dua lainnya dari Prancis setelah menjalani adaptasi selama beberapa bulan. Kedatangan satwa ini menambah populasi badak putih yang kini tercatat sekitar 15.700 ekor di seluruh dunia.
Kebun Binatang Guadalajara menerima empat badak putih dari dua negara Eropa dalam satu pengiriman. Salma dan Moana tiba dari Jerman, sementara Lewa dan Wami didatangkan dari Prancis.
Keempat satwa menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya menempati kandang baru di Meksiko. Sebelum diterbangkan, masing-masing badak menjalani masa adaptasi selama beberapa bulan.
Siapa Saja Empat Badak Putih Itu
Salma berusia lima tahun dan Moana berusia sembilan tahun, keduanya berasal dari Jerman. Dari Prancis, datang Lewa yang berusia empat tahun dan Wami yang berusia 15 tahun.
Rentang usia yang lebar memberi kebun binatang fleksibilitas dalam mengelola program pengembangbiakan. Wami dengan usia 15 tahun berada di fase dewasa, sementara Lewa dan Salma masih tergolong muda.
Mengapa Adaptasi Jadi Tahap Krusial
Perpindahan badak putih antarnegara bukan proses singkat. Masa adaptasi beberapa bulan dijalankan sebelum penerbangan ke Meksiko untuk memastikan kondisi hewan stabil.
Tahap ini mencakup penyesuaian pakan, suhu, dan kebiasaan harian. Badak yang stres akibat transportasi berisiko mengalami penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuh.
Posisi Badak Putih di Antara Spesies Lain
International Rhino Foundation mencatat badak putih sebagai spesies badak dengan populasi terbesar di dunia. Jumlahnya sekitar 15.700 ekor, jauh di atas empat spesies badak lainnya.
Angka itu tidak serta-merta menghapus ancaman. Perburuan liar dan penyusutan habitat tetap menjadi tekanan utama bagi populasi badak di Afrika maupun kawasan konservasi lain.
Pemindahan ke kebun binatang di luar habitat aslinya menjadi salah satu strategi menjaga keragaman genetik. Guadalajara masuk dalam jaringan lembaga konservasi yang menampung satwa dari program serupa.
Apa Artinya bagi Pengunjung dan Industri Konservasi
Kehadiran empat badak putih memberi daya tarik baru bagi Kebun Binatang Guadalajara. Bagi industri konservasi, pertukaran satwa antarnegara memperkuat kerja sama lintas lembaga.
Program semacam ini biasanya disertai pencatatan silsilah dan pemantauan kesehatan berkala. Data tersebut dipakai untuk menentukan pasangan pengembangbiakan berikutnya.
Ke depan, keberhasilan adaptasi Salma, Moana, Lewa, dan Wami akan menjadi indikator bagi rencana pemindahan badak putih berikutnya dari Eropa ke Amerika Latin.