Kolaka Utara — Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XVI Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Tenggara dengan pesan kuat tentang pentingnya peran pelajar dalam menghadapi tantangan zaman modern. Kegiatan ini tidak sekadar forum rutin organisasi, melainkan ruang strategis konsolidasi gagasan bagi seluruh pelajar Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Nur Rahman Umar menekankan bahwa IPM memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter. Menurutnya, hasil musyawarah harus diterjemahkan menjadi langkah konkret yang berdampak langsung bagi pelajar di lapangan.
"Musywil ini harus melahirkan langkah nyata, bukan sekadar agenda rutin. Pelajar hari ini dihadapkan pada tantangan serius, mulai dari perkembangan teknologi, arus informasi, hingga krisis karakter," ujar Bupati Nur Rahman Umar.
Bupati menekankan bahwa pelajar di era digital memerlukan bekal khusus untuk menghadapi kompleksitas perubahan sosial dan teknologi. Kemampuan berpikir kritis dan adaptif menjadi kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif dan nilai-nilai yang bertentangan dengan moral.
Dalam konteks tersebut, peran organisasi seperti IPM dinilai sangat penting sebagai wadah pembinaan yang terstruktur dan berorientasi pada penguatan karakter. Bupati mengingatkan bahwa nilai-nilai yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, masih sangat relevan dijadikan landasan dalam membentuk generasi berintegritas.
Bupati Nur Rahman Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk mendukung setiap upaya pembinaan generasi muda yang berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi pelajar dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Bupati juga menyinggung kontribusi besar Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia, khususnya melalui sektor pendidikan. Komitmen organisasi ini dianggap sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan generasi muda Sulawesi Tenggara.
Bupati berharap bahwa hasil Musywil XVI IPM Sulawesi Tenggara tidak hanya tersaji dalam bentuk rekomendasi tertulis, melainkan mampu diwujudkan dalam program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelajar di tingkat daerah. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan IPM dapat menjadi organisasi yang responsif terhadap dinamika sosial dan pendidikan di Sulawesi Tenggara.