KOLAKA — Pemerintah Kota Baubau mencatatkan prestasi signifikan dalam penanganan kesehatan masyarakat dengan menduduki posisi ketiga terbaik dalam Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting se-Sulawesi Tenggara (Sultra). Apresiasi ini diberikan dalam rangkaian Musrenbang RKPD tingkat provinsi yang berlangsung di Kolaka, Rabu (6/5/2026).
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyerahkan piagam penghargaan tersebut kepada Wali Kota Baubau Yusran Fahim sebagai bentuk pengakuan atas komitmen daerah dalam mengintegrasikan berbagai program intervensi gizi. Peringkat ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja seluruh kabupaten dan kota di Sultra yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi pada akhir 2025 lalu.
Sekretaris Dinas Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Baubau, Dian Purnamasari, mengungkapkan bahwa penilaian ini menitikberatkan pada implementasi delapan aksi konvergensi. Langkah pertama dimulai dari analisis situasi untuk memetakan titik koordinat dan kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak stunting.
Pemerintah kota kemudian menyusun perencanaan kegiatan sebagai langkah intervensi strategis, yang diperkuat melalui rembuk stunting lintas sektor. "Penilaian didasarkan pada pemaparan kinerja daerah dalam melaksanakan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting," ujar Dian di Kolaka, Rabu.
Selain koordinasi, Pemkot Baubau juga menerbitkan regulasi khusus untuk memastikan program memiliki payung hukum yang kuat. Pembinaan pemangku kepentingan (stakeholder) dilakukan secara rutin guna memastikan eksekusi program di lapangan berjalan sesuai target yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
Aspek krusial lain yang membawa Baubau masuk dalam jajaran tiga besar adalah pengelolaan data stunting yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemerintah memantau perkembangan balita secara berkelanjutan dan melakukan intervensi yang lebih presisi berdasarkan angka-angka di lapangan.
Sebagai bentuk akuntabilitas, pemerintah daerah secara rutin melakukan pengukuran dan publikasi angka stunting kepada publik. Transparansi ini dianggap penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi tahunan guna memastikan keberlanjutan program di masa mendatang.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Baubau untuk terus bersinergi. Fokus utama tetap pada penciptaan generasi yang sehat dan berkualitas melalui penekanan angka stunting secara konsisten di seluruh wilayah kota.