KENDARI — Kawasan Eks MTQ Kendari berubah menjadi ruang kreatif melalui pameran "Rongai-Siggi" yang diinisiasi oleh Osara Seni. Kegiatan ini menjadi wadah bagi puluhan seniman lokal untuk memamerkan karya yang memanfaatkan material bekas menjadi produk bernilai estetika tinggi.
Nama "Rongai-Siggi" diambil dari bahasa Tolaki yang bermakna "kembali" dan "barang tidak terpakai". Filosofi tersebut dituangkan dalam instalasi seni dan produk UMKM yang menekankan pesan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Sulawesi Tenggara.
Sekitar 20 seniman lokal terlibat langsung dalam pameran perdana ini. Selain memajang karya, pengunjung juga diajak berinteraksi untuk memahami proses kreatif dan narasi di balik pengolahan limbah menjadi barang bernilai ekonomi.
Pameran ini tidak hanya menampilkan karya rupa, tetapi juga menjadi titik temu berbagai elemen masyarakat. Enam tenant UMKM berbasis seni turut berpartisipasi bersama komunitas seperti Forum Perupa Sultra dan KKPB Bahagia.
Sejumlah duta daerah mulai dari Duta Anandonia-Luale, Duta Maritim, hingga GenPI Sultra hadir memperkuat jejaring kreatif di ibu kota provinsi. Kehadiran mereka menegaskan posisi Osara Seni sebagai momentum kolaborasi lintas sektor di Kendari.
Sekretaris Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Syamsinar, menyatakan apresiasinya saat meninjau lokasi pameran pada hari pertama. Ia mengaku terkesan dengan kualitas karya yang ditampilkan oleh para perupa lokal.
“Saya juga amaze, ternyata di Kendari bisa menghadirkan pameran seperti ini,” ujar Syamsinar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) UBPN Konawe Utara hadir sebagai sponsor utama yang mengawal kegiatan sejak tahap persiapan. General Manager ANTAM UBPN Konawe Utara, Eko Aditya, bahkan terlibat langsung dalam proses penataan pameran dan pembuatan instalasi seni di lapangan.
Dukungan perusahaan juga terlihat melalui partisipasi Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) yang memamerkan kerajinan daur ulang berbahan plastik. Selain itu, produk abon ikan dari Desa Tinobu ditampilkan sebagai bentuk pendampingan terhadap UMKM di wilayah operasional perusahaan.
CSR & ER Bureau Head ANTAM UBPN Konawe Utara, Fachrul Mujahid, menjelaskan bahwa dukungan ini selaras dengan visi perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan komunitas, termasuk melalui berbagai inisiatif seperti kampanye penggunaan energi terbarukan di wilayah operasional,” ujarnya.
Hari kedua pelaksanaan acara semakin semarak dengan kehadiran Arinta Andi Sumangerukka selaku Ibu Gubernur Sulawesi Tenggara. Bersama perwakilan PKK Provinsi, ia melihat langsung potensi ekonomi kreatif yang lahir dari tangan dingin seniman lokal.
Puncak seremoni pembukaan ditandai dengan prosesi melukis di atas kanvas secara bersama-sama. Simbolisme ini menandai lahirnya ruang ekspresi baru yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan di Sulawesi Tenggara.
Panitia pelaksana berharap Osara Seni terus konsisten mendorong lahirnya ruang-ruang kreatif yang berdampak nyata pada lingkungan. Sinergi antara komunitas, pemerintah, dan sektor industri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Bumi Anoa.