Rektor IAIN Kendari Husain Insawan Ajak Warga Tabayyun Sikapi Hoaks Menag

Penulis: Saiful  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 22:14:01 WIB
Rektor IAIN Kendari, Prof. Husain Insawan, mengajak masyarakat untuk tabayyun dalam menyikapi informasi viral soal Menag.

KENDARI — Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., meminta masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Hal ini menyusul viralnya potongan video yang mengeklaim Menteri Agama melarang penyembelihan hewan kurban dan menggantinya dengan uang.

Husain menekankan bahwa informasi yang beredar tanpa konteks utuh berpotensi memecah belah ketenangan warga. Budaya tabayyun atau klarifikasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak dalam narasi provokatif yang merugikan kepentingan publik, khususnya terkait isu keagamaan.

Klarifikasi Kemenag Soal Video Larangan Kurban

Potongan video yang beredar sejak Kamis (30/4/2026) tersebut menarasikan seolah ada larangan praktik kurban. Namun, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah keluar dari konteks pernyataan aslinya.

"Tidak ada pernyataan Menag yang melarang praktik penyembelihan hewan kurban. Kementerian Agama memastikan praktik ibadah tetap berjalan seperti biasa," tegas Thobib.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan Menteri Agama dalam kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 sebenarnya membahas gagasan pengelolaan kurban agar lebih tertata dan memberi manfaat luas. Masyarakat tetap diperbolehkan menyembelih hewan kurban secara mandiri maupun berkelompok sebagaimana mestinya.

Pentingnya Literasi Digital di Lingkungan Akademik

Sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri di Sulawesi Tenggara, IAIN Kendari kini terus mendorong penguatan literasi digital. Husain menilai mahasiswa dan masyarakat harus mampu memilah informasi secara kritis agar tidak menjadi penyebar berita menyesatkan.

"Di era digital saat ini, masyarakat harus membiasakan budaya tabayyun terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan mudah terpancing oleh potongan video atau judul provokatif tanpa memahami konteks secara utuh," ujar Husain.

Husain menambahkan bahwa nilai tabayyun dalam ajaran Islam sangat relevan diterapkan untuk menjaga persatuan dan ketenangan di tengah derasnya arus informasi. Ia mengimbau seluruh sivitas akademika untuk selalu melakukan verifikasi mendalam sebelum menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya.

Reporter: Saiful
Sumber: telisik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top