KENDARI — Mahasiswa penerima beasiswa di lingkungan IAIN Kendari mendapatkan pembekalan khusus mengenai manajemen keuangan dan pasar modal dalam ajang Finance and Culture Festival (FinCulture Fest). Kegiatan yang berlangsung di Aula Wakatobi ini menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara.
Kepala Wilayah BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, menegaskan bahwa pemahaman investasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan pokok. Menurutnya, anak muda harus memiliki ketahanan ekonomi yang kuat agar mampu menghadapi fluktuasi ekonomi global yang semakin kompleks di masa mendatang.
Bayu menyoroti dinamika dunia kerja yang berubah cepat akibat kehadiran kecerdasan buatan (AI). Mahasiswa diharapkan tidak hanya terpaku pada nilai akademik di kampus, namun juga aktif memperkaya pengalaman praktis serta wawasan mengenai perencanaan keuangan pribadi.
“Di era disrupsi AI saat ini, menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja tentu tidak cukup untuk bisa bertahan di masa depan. Kami berharap mahasiswa bukan hanya sekadar lulus kuliah tanpa skill dan pengalaman,” ujar Bayu dalam wawancara di sela kegiatan, Jumat lalu.
Pihaknya mendorong mahasiswa agar mulai mengambil aksi nyata dalam merencanakan masa depan melalui instrumen investasi yang tepat. Hal ini dianggap krusial agar lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan mental dan finansial yang lebih matang saat memasuki dunia profesional.
Edukasi literasi keuangan ini merupakan buah kolaborasi berkelanjutan antara Generasi Baru Indonesia (GenBI) IAIN Kendari dan BEI Sultra. Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademisi, mengenai mekanisme investasi di pasar modal.
“Kegiatan seperti ini tentu kami apresiasi. Teman-teman GenBI juga selama ini rutin mengadakan kegiatan dengan mengundang Bursa Efek Indonesia. Ke depannya, kami tentu akan selalu mendukung agar literasi keuangan terus meningkat,” jelas Bayu.
Program edukasi tersebut juga diproyeksikan sebagai langkah nyata dalam mencetak generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Melalui sinergi lintas lembaga, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa investasi di pasar modal adalah langkah strategis untuk mengamankan masa depan ekonomi individu maupun daerah.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memotivasi anak-anak muda untuk mulai mengambil aksi. Bahwa merencanakan keuangan merupakan kebutuhan penting untuk masa depan,” pungkasnya.