KENDARI — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meninjau langsung lokasi banjir dan posko pengungsian di bantaran Sungai Wanggu pada Selasa (12/5/2026) malam. Ia datang bersama Kapolres Kendari, Dandim 1417/Kendari, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah VII Sulawesi.
Rombongan menyisir titik genangan yang masih merendam rumah warga. Meski malam telah larut, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan perangkat penanganan darurat berfungsi penuh.
Pemerintah Kota Kendari mengoperasikan pompa air berkapasitas 250 liter per detik selama 24 jam untuk mempercepat surutnya genangan. Pompa ini difungsikan di sejumlah kawasan permukiman yang terdampak luapan Sungai Wanggu.
“Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perhatian yang sama. Bantuan logistik terus kami distribusikan, termasuk kebutuhan khusus untuk anak-anak dan kelompok rentan,” kata Siska di lokasi pengungsian.
Di tengah operasi pompa, sebagian warga justru memilih bertahan di sekitar rumah mereka. Pemerintah telah menyiapkan lokasi evakuasi yang lebih aman, tapi kekhawatiran kehilangan harta benda membuat mereka enggan pindah.
“Sebenarnya sudah diarahkan ke lokasi evakuasi yang lebih aman, tetapi ada warga yang memilih tetap dekat rumahnya,” jelas Siska saat berbincang dengan warga terdampak.
Pemkot tetap menghormati keputusan warga, namun mengimbau keselamatan menjadi prioritas selama status tanggap darurat masih berlaku.
Dalam kunjungan itu, Pemkot Kendari menyalurkan tambahan bantuan berupa selimut, kelambu, perlengkapan anak-anak, serta logistik makanan siap saji. Petugas dari dinas terkait berjaga di posko untuk memastikan distribusi merata.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, termasuk layanan kesehatan bagi anak-anak dan lansia. Siska menegaskan penanganan tidak akan berhenti sampai kondisi benar-benar pulih.
“Kami terus bekerja bersama seluruh unsur Forkopimda dan instansi terkait agar penanganan banjir ini bisa berjalan maksimal. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” urainya.
Siska mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ia mengajak warga tetap waspada dan saling membantu di tengah situasi bencana.
“Semoga kota kita Kendari selalu terlindungi dan dijauhkan dari musibah yang lebih besar,” tandasnya.