KENDARI — Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang menyebut banjir terparah terjadi di Kelurahan Kambu. Di Jalan Mangkeray, sebanyak 100 rumah terendam, sementara 76 bangunan di Jalan Hidayatullah juga tidak luput dari genangan.
“Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,” kata Cornelius Padang, Senin (11/5/2026).
Kelurahan Lepo-Lepo Paling Parah, 153 Rumah Terendam
Di Kecamatan Baruga, Kelurahan Lepo-Lepo menjadi wilayah dengan dampak terluas. Banjir merendam 153 unit rumah yang tersebar di lima RT akibat meluapnya Sungai Wanggu.
Sementara itu, di Kelurahan Baruga, 23 unit rumah di RT 7, RT 8, dan RT 19 ikut terendam. Cornelius menambahkan, di Kelurahan Poasia, banjir melanda 109 rumah di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru.
Banjir Juga Landa Kadia, Abeli, dan Wua-Wua
Di Kelurahan Wua-Wua, genangan merendam puluhan rumah di sembilan RT serta 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi, Lorong Veteran. Cornelius menyebut banjir juga melanda sejumlah titik di Kecamatan Kadia dan tiga lokasi di Kecamatan Abeli.
Banjir tidak hanya merendam pemukiman. Lahan pertanian sawah seluas 50 hektare di Kelurahan Baruga ikut terendam. Sejumlah ruas jalan di Kota Kendari juga rusak akibat terjangan air.
Longsor Rusak Tujuh Rumah di Anduonohu dan Kendari Barat
Selain banjir, bencana tanah longsor turut terjadi di wilayah Kota Kendari. Cornelius Padang menambahkan, enam rumah di Anduonohu dan satu unit rumah di Kecamatan Kendari Barat rusak karena tertimpa material longsor.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Kendari masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.