Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal, Kyiv Mencekam, Warga Berlarian ke Bunker

Penulis: Ragil  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 15:53:02 WIB
Warga Kyiv berlarian menuju bunker saat sirene serangan udara meraung.

SULAWESI TENGGARA — Kyiv mencekam. Ribuan warga berlari menuju bunker bawah tanah saat rentetan rudal dan drone menghujani kota. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan besar-besaran itu melibatkan rudal balistik hipersonik Oreshnik, rudal Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, hingga rudal jelajah Tsirkon.

Rudal Oreshnik: Kecepatan Mach 10, Bisa Bawa Hulu Ledak Nuklir

Rudal Oreshnik menjadi sorotan dalam serangan kali ini. Rudal balistik jarak menengah (IRBM) buatan Rusia itu melesat hingga Mach 10, atau sekitar 12.300 kilometer per jam. Rudal tersebut juga disebut mampu membawa hulu ledak nuklir dan pertama kali digunakan Rusia dalam perang Ukraina pada 2024.

Selain Oreshnik, Rusia juga mengerahkan rudal Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, dan rudal jelajah Tsirkon. Kombinasi persenjataan ini membuat sistem pertahanan udara Ukraina kewalahan.

Warga Sipil Jadi Korban, Infrastruktur Hancur

Serangan tersebut tidak hanya menyasar instalasi militer. Sebuah apartemen sembilan lantai di Kyiv ambruk setelah terkena rudal, menewaskan sedikitnya 24 orang. Tim penyelamat masih melakukan pencarian di bawah reruntuhan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan itu menargetkan infrastruktur energi dan industri pertahanan Ukraina. Namun, dampaknya meluas hingga ke permukiman warga. "Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, rudal Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, serta rudal jelajah Tsirkon," demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Kepanikan di Kyiv: Sirene Meraung, Warga Mengungsi

Situasi di Kyiv digambarkan sangat mencekam. Sirene serangan udara meraung tanpa henti di berbagai wilayah kota. Warga sipil tampak berlari menuju bunker bawah tanah untuk menyelamatkan diri dari hujan rudal dan drone yang datang bertubi-tubi.

Rentetan serangan ini menjadi pengingat bahwa perang di Ukraina masih jauh dari kata usai. Dengan penggunaan rudal canggih seperti Oreshnik, Rusia menunjukkan eskalasi kemampuan tempurnya di medan perang.

Reporter: Ragil
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top