KENDARI — Suasana berbeda menyelimuti Kelurahan Lalolara, Kota Kendari, saat Kakanwil Kemenkum Sultra hadir di tengah-tengah warga. Bukan untuk sosialisasi hukum, melainkan menyerahkan langsung hadiah bagi pemenang lomba domino yang digelar warga setempat. Momen ini menjadi puncak dari rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dikemas secara santai namun sarat makna.
Kehadiran pejabat tinggi di acara kampung tentu menyedot perhatian. Kakanwil Kemenkum Sultra menyapa satu per satu peserta lomba yang mayoritas adalah warga RT setempat. Hadiah berupa uang tunai dan perlengkapan rumah tangga diserahkan di atas panggung sederhana yang dihias bendera merah putih.
"Ini bentuk apresiasi kami pada semangat warga. Lomba domino bukan sekadar permainan, tapi ajang mempererat persaudaraan," ujar Kakanwil Kemenkum Sultra dalam sambutannya di hadapan puluhan warga Lalolara.
Lomba domino yang diikuti puluhan peserta dari berbagai RT ini sengaja dipilih karena dinilai dekat dengan keseharian warga. Panitia dari kelurahan menyebutkan, setiap pertandingan mengajarkan sportivitas, kejujuran, dan kebersamaan — nilai-nilai yang sejajar dengan sila-sila Pancasila.
Warga yang hadir tampak antusias sejak babak penyisihan hingga final. Anak-anak dan ibu-ibu ikut meramaikan dengan menyaksikan jalannya pertandingan. "Senang sekali ada kegiatan begini, apalagi bapak Kakanwil datang langsung. Rasanya dihargai," ujar salah satu pemenang lomba.
Kakanwil Kemenkum Sultra menegaskan bahwa kehadiran instansi pemerintah di tengah warga bukan hanya soal seremonial. "Kami ingin dekat dengan masyarakat. Lomba ini adalah cara kami merayakan Pancasila dengan cara yang membumi," tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang melibatkan lebih banyak warga. Pihak kelurahan pun menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong di era digital.
Pasca lomba, Kakanwil Kemenkum Sultra berencana menggelar kegiatan serupa di kelurahan lain di Kota Kendari. Program ini akan dikombinasikan dengan penyuluhan hukum agar warga tak hanya mendapat hiburan, tapi juga edukasi. "Kami tunggu undangan dari kelurahan lain," pungkasnya.