Pencarian

Tren Laptop 8GB RAM Kembali Marak di Computex 2026, Pengguna Indonesia Perlu Cermat Pilih Sesuai Kebutuhan

Jumat, 05 Juni 2026 • 21:24:01 WIB
Tren Laptop 8GB RAM Kembali Marak di Computex 2026, Pengguna Indonesia Perlu Cermat Pilih Sesuai Kebutuhan
Laptop Dell XPS 13 terbaru hadir dengan opsi RAM 8GB untuk segmen harga terjangkau.

SULAWESI TENGGARA — Pameran Computex 2026 di Taipei menjadi saksi kebangkitan kembali laptop dengan konfigurasi RAM 8GB. Setelah beberapa tahun terakhir 16GB perlahan menjadi patokan di kelas menengah, tekanan biaya komponen—khususnya harga memori dan penyimpanan yang melonjak—memaksa produsen untuk menawarkan varian yang lebih murah dengan RAM lebih kecil.

Mengapa RAM 8GB Kembali Jadi Andalan?

Akar masalahnya sederhana: krisis harga komponen. Untuk menjaga banderol tetap ramah di kantong, pabrikan seperti Dell, Acer, dan Microsoft mengambil langkah pragmatis dengan memangkas kapasitas RAM. Langkah ini sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi pada 2026.

Dell XPS 13 terbaru, misalnya, hadir dengan opsi dasar 8GB. Meski begitu, konsumen masih bisa memilih varian 16GB dengan harga lebih tinggi. Hal serupa dilakukan Acer lewat Swift Air 14 yang juga mengusung prosesor Intel Wildcat Lake generasi baru, serta Chuwi UniBook yang dibanderol di bawah USD 500 (sekitar Rp 8,25 juta).

Dampak Langsung ke Pasar Laptop di Indonesia

Fenomena ini penting dicermati konsumen Indonesia yang kerap menjadikan harga sebagai faktor utama. Dengan hadirnya laptop 8GB yang lebih murah, pilihan di kisaran Rp 8–12 juta semakin beragam. Namun, pembeli harus sadar bahwa sebagian besar laptop modern menyolder RAM ke motherboard, sehingga tidak bisa diupgrade di kemudian hari.

Yang menarik, Microsoft ikut dalam tren ini. Surface Laptop for Business 13-inci yang dirilis bulan lalu hadir dengan RAM 8GB di varian termurahnya. Konsekuensinya, perangkat tersebut tidak memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC karena Microsoft sendiri menetapkan 16GB sebagai batas minimal untuk fitur AI tersebut.

Perbandingan dengan Strategi Apple dan Tren Prosesor Baru

Pemicu awal tren ini tak lepas dari kesuksesan MacBook Neo. Laptop Apple dengan RAM 8GB itu terbukti laris manis, bahkan rumor menyebut Apple menggandakan produksi tahun ini dari 5 juta menjadi 10 juta unit. Keberhasilan MacBook Neo membuktikan bahwa 8GB masih cukup untuk tugas sehari-hari seperti email, browsing, dan menonton video.

Di kubu Windows, tren ini tidak hanya terbatas pada prosesor Intel. Qualcomm juga bersiap memasok chip Snapdragon C berbasis Arm untuk laptop murah seperti Acer Aspire Go 15 yang kemungkinan besar akan hadir dengan RAM 8GB. Artinya, pengguna akan semakin sering menemukan konfigurasi ini di berbagai merek sepanjang 2026.

FAQ: Apakah Laptop RAM 8GB Masih Layak Dibeli di 2026?

Apakah RAM 8GB cukup untuk pekerjaan kantoran dan multimedia ringan?
Ya, untuk tugas dasar seperti mengetik dokumen, browsing dengan beberapa tab, dan streaming video, 8GB masih mencukupi. Namun, jika Anda sering membuka banyak aplikasi berat secara bersamaan atau bekerja dengan file besar, disarankan mencari varian 16GB.

Berapa lama laptop RAM 8GB bisa bertahan sebelum terasa lambat?
Untuk pemakaian standar, perangkat ini mungkin masih nyaman digunakan selama 2–3 tahun ke depan. Risiko terbesar datang dari integrasi fitur AI di sistem operasi yang diperkirakan akan membutuhkan lebih banyak memori. Jika Anda ingin laptop bertahan 5 tahun, investasi ke RAM 16GB sekarang adalah pilihan lebih bijak.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks