MUNA — Rencana pemberian gelar adat kepada Gubernur Sulawesi Tenggara memasuki tahap matang. Lembaga Adat Wuna (LAW) bersama sejumlah unsur menggelar musyawarah untuk merumuskan nama dan bentuk gelar yang akan disematkan.
Musyawarah dipimpin Ketua Dewan Penasehat LAW, Paduka Yang Mulia (PYM) La Ode Riago, SH. Turut hadir pengurus LAW, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, serta Komunitas Pemerhati Budaya Muna (Kambawuna).
Rapat berlangsung di UPTD Museum Bharugono Wuna beberapa waktu lalu. Gelar adat ini merupakan tindak lanjut hasil musyawarah formatur Lembaga Budaya Muna (LBM).
Amanah Budaya, Bukan Sekadar Penghargaan Seremonial
La Ode Riago menegaskan bahwa gelar adat bukan sekadar penghargaan seremonial. Penerima gelar diharapkan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tanah, air, lingkungan, serta masyarakat Muna sesuai nilai-nilai luhur budaya setempat.
"Pemberian gelar adat itu amanah, bukan hiasan. Harus dimusyawarahkan matang-matang agar sesuai sara' dan adat istiadat Muna," tegas Ketua Kambawuna, Adi Munardi.
Nilai-nilai seperti pomaamaaka dan pobatua menjadi dasar filosofis dalam pemberian gelar tersebut.
Prosesi Bertepatan dengan Pelantikan Pengurus LBM
Rencananya, penganugerahan gelar adat akan dilaksanakan bertepatan dengan pelantikan pengurus Lembaga Budaya Muna (LBM). Gelar akan disematkan langsung oleh PYM La Ode Riago.
Dalam proses persiapannya, LAW bertindak sebagai inisiator dan pemangku adat. Bidang Kebudayaan Pemerintah Daerah menjadi representasi unsur pemerintah, sementara Kambawuna mewakili komunitas pemerhati budaya Muna.
Tidak Hanya untuk Gubernur, Sejumlah Tokoh Juga Masuk Agenda
Pemberian gelar adat tidak hanya diperuntukkan bagi Gubernur Sulawesi Tenggara. LAW juga merencanakan penghargaan serupa untuk sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi bagi daerah Muna.
La Ode Riago menyebutkan beberapa nama yang masuk dalam agenda, antara lain mantan Gubernur Sulawesi Tenggara asal Muna, Kaimuddin. Juga para mantan Bupati Muna seperti Ir. Ridwan Bae, Dr. Baharuddin, Rusman Emba, hingga Bupati Muna yang masih aktif, Bachrun Labuta.
"Untuk waktu pelaksanaannya akan kita musyawarahkan kembali sebagai bentuk penghargaan masyarakat Kabupaten Muna kepada para tokoh tersebut," ujar La Ode Riago.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat
Musyawarah berlangsung khidmat dengan menghadirkan unsur tokoh adat, sara, serta imam. Mereka turut memberikan pandangan dan pertimbangan adat dalam perumusan gelar.
Para pemangku adat berharap pemberian gelar ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat. Tujuannya menjaga serta melestarikan warisan budaya Muna untuk generasi mendatang.