Bulog Baubau Pastikan Stok Beras 2.700 Ton Aman untuk Kepulauan Buton Hingga Awal 2026

Penulis: Ragil  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 19:06:31 WIB
Stok beras Bulog Baubau mencapai 2.700 ton untuk wilayah Kepulauan Buton hingga awal 2026.

BAUBAU — Perum Bulog Subdrive Baubau memastikan stok beras di gudang penyangga wilayah Kepulauan Buton mencapai 2.700 ton hingga awal tahun 2026. Kepala Subdrive Bulog Baubau, La Ode Alimin, menyebutkan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari serapan gabah petani lokal dan pasokan dari luar daerah. “Kami pastikan stok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Buton Utara,” ujarnya.

Stok Beras Cukup untuk Tiga Bulan ke Depan

Dari total 2.700 ton, Bulog mencatat bahwa sekitar 1.200 ton di antaranya merupakan beras cadangan pemerintah. Sisanya adalah beras komersial yang siap disalurkan ke pasar tradisional dan mitra binaan. La Ode Alimin menambahkan, perputaran stok di gudang Baubau rata-rata mencapai 300 hingga 400 ton per bulan. Dengan angka itu, ketersediaan beras diprediksi cukup hingga Maret 2026 tanpa perlu tambahan pasokan darurat.

Distribusi ke Pulau-Pulau Kecil Jadi Prioritas

Distribusi beras ke wilayah kepulauan memang memiliki tantangan tersendiri. Bulog Baubau mengandalkan kapal roro dan kapal barang reguler untuk menjangkau pulau-pulau di Buton. “Kami koordinasi dengan pemerintah daerah agar jalur distribusi tetap lancar, terutama saat cuaca buruk,” kata La Ode Alimin. Ia menegaskan bahwa tidak ada kendala berarti dalam pendistribusian, dan semua titik sudah masuk jadwal rutin.

Harga Beras di Pasar Buton Stabil

Di sisi lain, harga beras medium di pasar-pasar tradisional Buton terpantau stabil di kisaran Rp 11.500 hingga Rp 12.000 per kilogram. Pedagang di Pasar Baubau mengaku tidak khawatir dengan lonjakan harga karena pasokan dari Bulog rutin masuk setiap pekan. Bulog juga menggelar operasi pasar murah di beberapa kelurahan untuk menjaga daya beli warga.

Bulog Baubau berencana menambah kapasitas gudang penyangga di Kota Baubau pada tahun 2026. Langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan beras seiring pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah kepulauan. La Ode Alimin memastikan bahwa cadangan beras nasional di Sulawesi Tenggara secara keseluruhan masih dalam kondisi aman.

Reporter: Ragil
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top