SULAWESI TENGGARA — Kepastian ini disampaikan langsung oleh manajemen BAIC Indonesia dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi. Pabrikan asal China itu melihat momentum pasar kendaraan elektrifikasi yang terus menguat sebagai alasan utama mempercepat jadwal masuk ke segmen full listrik.
“Kami percaya perjalanan menuju elektrifikasi tidak harus instan. Karena itu BAIC hadir dengan strategi yang lengkap: Hybrid Today, Electric Tomorrow,” ujar Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia.
Dhani menjelaskan bahwa kehadiran BEV pertama BAIC merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan. Saat ini portofolio BAIC di Indonesia sudah diperkuat tiga pilar SUV: X55 II, BJ30 Hybrid, dan BJ40 Plus.
Model listrik murni nantinya akan melengkapi ekosistem produk sekaligus mengubah posisi merek menjadi lebih modern dan terkoneksi. Strategi ini disebut sebagai jembatan dari solusi hybrid ke full electric.
Data internal BAIC mencatat pasar New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia melonjak 178 persen dalam periode 2020–2025. Pertumbuhan paling tajam justru datang dari BEV yang naik 316 persen, disusul hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 133 persen.
BAIC menyebut model BEV perdananya akan menyasar kebutuhan kaum urban modern. Beberapa keuntungan operasional disorot sebagai nilai jual utama:
BAIC memproyeksikan model EV terbarunya sebagai jawaban konkret bagi masyarakat perkotaan yang menginginkan kendaraan efisien, ramah lingkungan, namun tetap berperforma tinggi. Kombinasi desain progresif, teknologi pintar, dan kabin luas disebut menjadi daya tarik utama.
Belum ada informasi detail mengenai spesifikasi teknis, harga, maupun nama resmi model BEV pertama BAIC untuk Indonesia. Informasi lebih lanjut diperkirakan akan diumumkan mendekati waktu peluncuran pada 2026.