Pencarian

PLN Sultra Perketat Keamanan Kerja Proyek Jaringan Listrik 38 Kilometer

Minggu, 03 Mei 2026 • 10:34:21 WIB
PLN Sultra Perketat Keamanan Kerja Proyek Jaringan Listrik 38 Kilometer
Tim PLN Sultra melakukan edukasi keamanan kerja secara hybrid di Kantor UPP Sultra, Kendari.

KENDARI — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara memperkuat implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penguatan ini dilakukan melalui edukasi intensif secara hybrid yang dipusatkan di Kantor UPP Sultra, Kendari, dengan melibatkan seluruh pegawai dan mitra kerja.

Langkah strategis tersebut menjadi krusial di tengah percepatan sejumlah proyek infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Saat ini, PLN tengah fokus menuntaskan pembangunan gardu induk berkapasitas 30 MVA serta bentangan jaringan transmisi yang mencapai panjang 38,95 kilometer.

Edukasi Standar Keamanan untuk Proyek Strategis Nasional

Program edukasi ini dirancang untuk menyamakan persepsi mengenai standar keamanan dan keselamatan pada setiap tahapan pembangunan. PLN memandang bahwa pemahaman risiko yang seragam antara internal perusahaan dan mitra kontraktor adalah kunci untuk menghindari kendala teknis maupun non-teknis di lapangan.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjelaskan bahwa integrasi aspek teknis dan keselamatan tidak dapat dipisahkan dalam pengerjaan proyek energi. Standar tinggi diterapkan untuk melindungi aset negara sekaligus memastikan keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan pengamanan dan keselamatan kerja di setiap tahapan proyek. Ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance sekaligus tanggung jawab dalam melindungi aset kelistrikan dengan standar terbaik,” ujar Aditya.

Pengawasan Ketat Mitra Kontraktor Demi Target Zero Accident

Implementasi SMP dan SMK3 di lapangan mencakup identifikasi risiko sejak dini hingga pengendalian kecelakaan kerja dengan target zero accident. PLN juga memperketat pengawasan terhadap mitra kontraktor yang terlibat langsung dalam pembangunan fisik transmisi dan gardu induk agar tetap patuh pada regulasi yang berlaku.

Manager Unit Pelaksana Proyek Sultra, Ronny Aprisaputra, menegaskan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi fondasi utama dalam setiap operasional. Menurutnya, kepatuhan terhadap standar keamanan bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut nyawa manusia dan keberhasilan proyek tepat waktu.

“Penerapan SMP dan SMK3 bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi fondasi utama untuk menjaga keberlangsungan proyek dan keselamatan pekerja. Dengan standar yang konsisten, kami optimistis dapat menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal dan tepat waktu,” jelas Ronny.

Dampak Penguatan Sistem bagi Keandalan Listrik Sultra

Melalui pengawasan berlapis, PLN berupaya meminimalisasi potensi hambatan yang dapat mengganggu jadwal penyelesaian proyek. Jaringan transmisi sepanjang 38,95 kilometer yang sedang dikerjakan ini diharapkan mampu memperkuat sistem interkoneksi di Sulawesi Tenggara setelah beroperasi penuh nantinya.

Pengamanan aset strategis juga menjadi prioritas guna mencegah gangguan eksternal yang dapat merusak fasilitas kelistrikan. Dengan sistem pengamanan yang terintegrasi, PLN memastikan bahwa investasi infrastruktur yang besar ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hingga saat ini, PLN terus melakukan pemantauan rutin di lokasi proyek untuk memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan mengikuti prosedur kerja aman. Sinergi antara pengamanan aset dan keselamatan kerja diharapkan menjadi standar baru dalam setiap pembangunan infrastruktur energi di Indonesia.

Bagikan
Sumber: kendari.terkini.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks