Pencarian

Pegadaian dan SMBC Indonesia Rancang Skema Pembiayaan Berkelanjutan 2026

Senin, 11 Mei 2026 • 15:48:02 WIB
Pegadaian dan SMBC Indonesia Rancang Skema Pembiayaan Berkelanjutan 2026
Pegadaian dan SMBC Indonesia meluncurkan kerangka pembiayaan berkelanjutan Sustainable Financing Framework 2026.

PT Pegadaian bersama PT Bank SMBC Indonesia merilis Sustainable Financing Framework 2026, sebuah kerangka pembiayaan yang mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Langkah ini menjadi fondasi bagi kedua perusahaan untuk menyalurkan kredit yang lebih ramah lingkungan sekaligus inklusif bagi masyarakat bawah. Kerangka kerja ini diharapkan mendorong pergeseran portofolio pembiayaan ke sektor-sektor berkelanjutan di Indonesia.

Pegadaian dan SMBC Indonesia resmi meluncurkan Sustainable Financing Framework 2026, sebuah pedoman yang akan menjadi acuan dalam menyalurkan pembiayaan ke depan. Kerangka ini memastikan setiap kredit yang digulirkan tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Ini adalah komitmen kami untuk menjalankan bisnis yang bertanggung jawab. Kami ingin pembiayaan yang kami salurkan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Pegadaian dalam keterangan resmi yang diterima pekan lalu.

Integrasi ESG di Setiap Lini Bisnis

Dalam framework tersebut, prinsip ESG tidak lagi sekadar jargon. Pegadaian dan SMBC Indonesia mewajibkan setiap calon debitur untuk memenuhi kriteria tertentu sebelum dana cair. Misalnya, usaha yang dibiayai harus memiliki izin lingkungan yang jelas dan tidak melanggar hak-hak buruh.

Pendekatan ini sekaligus menjadi filter agar pembiayaan tidak mengalir ke sektor yang merusak lingkungan. Bagi Pegadaian, langkah ini juga memperkuat posisinya sebagai BUMN yang mendukung target net zero emission pemerintah.

Dampak untuk Nasabah dan Masyarakat

Bagi nasabah, terutama pelaku UMKM, skema ini membuka akses ke pembiayaan dengan bunga yang lebih kompetitif. Sebab, perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dinilai memiliki risiko kredit yang lebih rendah.

“Kami lihat peluangnya besar. UMKM yang sudah menerapkan praktik ramah lingkungan akan lebih mudah mendapatkan pendanaan,” tambahnya.

Ke depan, Pegadaian dan SMBC Indonesia akan menyusun target portofolio hijau secara bertahap. Keduanya juga berencana menerbitkan laporan dampak secara berkala agar transparansi tetap terjaga.

Langkah ini menempatkan Pegadaian sebagai salah satu BUMN pertama yang memiliki kerangka pembiayaan berkelanjutan yang terintegrasi dengan mitra bank swasta. Jika berjalan mulus, model ini bisa menjadi cetak biru bagi BUMN lain yang ingin bertransformasi ke arah yang lebih hijau.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks