Pencarian

Valve Steam Controller Ludes dalam Menit, Janjikan Penambahan Stok Segera

Rabu, 06 Mei 2026 • 10:58:01 WIB
Valve Steam Controller Ludes dalam Menit, Janjikan Penambahan Stok Segera
Valve mengumumkan stok Steam Controller habis terjual dalam hitungan menit setelah peluncuran.

Valve mengonfirmasi stok Steam Controller terbaru habis terjual hanya dalam hitungan menit setelah resmi diluncurkan pada Senin (5/5/2026). Tingginya permintaan yang melampaui prediksi memaksa perusahaan memutar strategi produksi guna meredam aksi spekulan di pasar barang bekas. Valve kini tengah menyiapkan jadwal ketersediaan unit tambahan untuk memenuhi antrean pembeli yang belum kebagian.

Antusiasme komunitas gamer terhadap perangkat keras terbaru Valve ternyata jauh di luar ekspektasi internal perusahaan. Meski baru tersedia dalam hitungan jam, pengontrol generasi terbaru ini langsung menyandang status sold out. Valve mengakui bahwa kecepatan penjualan kali ini terjadi dalam hitungan menit, bukan jam, yang memicu kekecewaan bagi banyak calon pembeli yang gagal melakukan checkout.

Strategi "Knobs" untuk Akselerasi Produksi

Sebelum peluncuran resmi, tim internal Valve sebenarnya sudah mengantisipasi adanya lonjakan permintaan. Lawrence Yang dan Steve Cardinali, dua sosok kunci di balik pengembangan kontroler ini, sempat mengungkapkan bahwa mereka memiliki strategi "knobs" atau kendali fleksibel yang bisa diputar untuk mempercepat jalur perakitan jika diperlukan.

"Kami memiliki kendali yang bisa kami putar untuk mencoba mengirimkan barang ke orang-orang lebih cepat," ujar Cardinali. Ia menjelaskan bahwa meski mesin produksi massal memiliki momentum yang besar dan rumit, ada langkah-langkah teknis yang bisa diambil untuk meringankan beban permintaan yang melonjak tajam di awal peluncuran.

Valve berusaha menjaga keseimbangan tipis antara memenuhi permintaan pasar dan menghindari risiko kelebihan stok. Pengalaman pahit pada peluncuran Steam Controller generasi pertama, di mana perusahaan terjebak dengan tumpukan inventaris yang tidak terjual, menjadi pelajaran penting dalam menentukan volume produksi awal kali ini.

Ancaman Spekulan dan Harga yang Melambung

Kelangkaan unit di toko resmi langsung dimanfaatkan oleh para tengkulak atau scalper untuk meraup keuntungan instan. Di platform eBay, pengontrol ini terpantau mulai ditawarkan dengan harga mencapai $300 atau sekitar Rp4,8 juta (kurs Rp16.000). Angka tersebut mencerminkan kenaikan hingga 200 persen dari harga ritel aslinya.

Beberapa komunitas gamer mulai menerapkan strategi perlawanan dengan melaporkan iklan-iklan spekulan tersebut secara massal agar dihapus dari platform jual beli. Pola ini serupa dengan cara komunitas menghadapi kelangkaan kartu grafis beberapa tahun lalu. Valve sendiri melalui akun Bluesky resminya berjanji akan segera memberikan pembaruan lini masa terkait kapan stok tambahan akan tersedia kembali.

Pasokan Komponen yang Lebih Terjamin

Kabar baik bagi konsumen adalah arsitektur Steam Controller terbaru ini relatif lebih sederhana dibandingkan konsol genggam Steam Deck. Analisis internal terhadap jeroan perangkat menunjukkan bahwa tidak ada komponen langka yang berisiko menghambat rantai pasok dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa elemen utama yang menyusun perangkat ini:

  • Sensor gerak dan modul haptic feedback presisi tinggi.
  • Papan sirkuit cetak (PCB) dengan desain standar industri.
  • System-on-Chip (SoC) yang pasokannya cenderung stabil di pasar global.

Tanpa adanya kebutuhan akan modul RAM atau penyimpanan internal (storage) yang sering mengalami fluktuasi harga dan pasokan, Valve optimistis bisa meningkatkan kapasitas produksi dengan cepat. Perusahaan hanya perlu memastikan logistik pengiriman global berjalan lancar untuk mengisi kembali rak-rak digital mereka yang kini kosong.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks