JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membagikan resep sukses bagi generasi muda melalui penguatan karakter sejak bangku sekolah menengah. Saat mengunjungi SMA Negeri 14 Jakarta, Selasa (5/5), ia menyebut masa SMA sebagai fase paling krusial sekaligus menyenangkan untuk membangun jaringan dan mentalitas juara.
Brian, yang juga merupakan alumni dan mantan Ketua OSIS di sekolah tersebut, mengingatkan para siswa agar memanfaatkan waktu mereka secara optimal. Menurutnya, karakter yang terbentuk di masa remaja akan menentukan arah kesuksesan seseorang di masa depan.
Mengapa Masa SMA Menjadi Penentu Masa Depan?
Mendiktisaintek menceritakan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana hingga mampu menembus Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menekankan bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah jauh lebih menentukan dibandingkan latar belakang ekonomi seseorang dalam mengejar cita-cita.
“Jangan pernah lelah mengejar keinginan dan cita-cita. Jangan pernah menyerah mengejar mimpi. Kalau kita mengejar terus, jalan-jalan kemudahan itu akan dibuka,” ujar Brian dalam keterangan resminya, Rabu (6/5).
Ia juga mengajak siswa untuk menjadikan belajar sebagai kebiasaan utama. Saat ini, peluang pendidikan tinggi semakin terbuka lebar dengan akses beasiswa ke berbagai perguruan tinggi ternama di dunia yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat.
Kunci Sukses: Hormati Guru dan Doa Orang Tua
Selain aspek akademik dan ketekunan, Brian menyoroti pentingnya etika terhadap pendidik dan orang tua sebagai energi luar biasa. Ia menganggap guru sebagai sosok terbaik di planet bumi yang memiliki peran sentral dalam keberhasilan setiap individu.
“Bapak/Ibu guru ini adalah orang-orang terbaik di planet Bumi. Mereka lah yang membuat saya berhasil, semua orang berhasil berkat bapak/ibu guru, jangan pernah lupakan guru. Minta doa terus dari orang tua, itu adalah energi yang luar biasa,” lanjutnya.
Prinsip ini, menurut Brian, menjadi bagian dari visi Diktisaintek Berdampak. Tujuannya adalah membangun generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak serta manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Bukti Nyata Keterbatasan Ekonomi Bukan Hambatan
Keberhasilan SMAN 14 Jakarta pada tahun 2026 menjadi bukti konkret dari pesan yang disampaikan Mendiktisaintek. Sekolah tersebut berhasil mengantarkan 21 siswanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Data menunjukkan bahwa 11 dari siswa yang lolos tersebut merupakan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Hal ini mempertegas bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi tembok penghalang bagi siswa yang memiliki kemauan keras untuk meningkatkan kualitas diri.
“Selama kita memberi manfaat pada orang lain, itu adalah kesuksesan,” ucap Brian menutup arahannya di depan para siswa.