KONAWE — Sebanyak 50 rumah warga di Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe terendam banjir setelah curah hujan tinggi memicu luapan Kali Anggoro pada Jumat (8/5/2026). Air mulai masuk ke permukiman warga sejak siang hari dan mengganggu aktivitas ekonomi serta transportasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan data di lapangan, ketinggian air yang merendam rumah penduduk bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter. Kondisi ini diperparah dengan debit air Kali Anggoro yang dilaporkan naik hingga satu meter di atas permukaan pemukiman warga.
Selain menyasar rumah tinggal, banjir juga merendam ruas jalan desa dan lahan pertanian produktif milik masyarakat. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian materil akibat kerusakan tanaman padi dan perabotan rumah tangga masih dalam pendataan petugas.
Kondisi Terkini: Ketinggian Air Capai 70 Sentimeter di Permukiman
Kapolsek Abuki, IPDA Yana Irwana, SH, MM, bersama personel kepolisian dan petugas BPBD Konawe tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita. Tim gabungan langsung melakukan pengecekan titik-titik terdalam guna mengantisipasi evakuasi warga jika debit air terus meningkat.
Aparat kepolisian saat ini masih berjaga di lokasi untuk memastikan keamanan barang-barang berharga milik warga yang ditinggalkan mengungsi. Petugas juga mengatur lalu lintas di jalan desa yang tergenang agar kendaraan tidak terjebak di area luapan sungai.
“Personel bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lokasi banjir serta mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan masih cukup tinggi,” ungkap IPDA Yana Irwana saat memantau lokasi banjir.
Langkah Polsek Abuki dan BPBD di Lokasi Banjir
IPDA Yana juga memberikan imbauan khusus kepada orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di tengah kondisi banjir. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan atau peristiwa tenggelam mengingat arus air di beberapa titik cukup deras.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengamanan di wilayah terdampak akan terus dilakukan hingga situasi dinyatakan kondusif. Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan juga diperkuat guna penyaluran bantuan darurat jika diperlukan dalam waktu dekat.
“Kami meminta warga mengamankan barang berharga untuk mengantisipasi banjir susulan. Kewaspadaan harus ditingkatkan karena cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung,” tambahnya.
Warga Desak Pemerintah Lakukan Normalisasi Kali Anggoro
Peristiwa banjir di Desa Anggoro tercatat bukan kali pertama terjadi. Luapan Kali Anggoro menjadi ancaman rutin bagi warga setempat setiap kali intensitas hujan meningkat tajam di wilayah hulu maupun lokal.
Masyarakat setempat kini berharap Pemerintah Kabupaten Konawe segera mengambil langkah konkret untuk penanganan jangka panjang. Beberapa solusi yang diusulkan warga antara lain pengerukan sedimen sungai serta pembersihan aliran air dari material yang menghambat laju arus.
Selain normalisasi, perbaikan dan penguatan tanggul di sepanjang aliran Kali Anggoro dianggap mendesak untuk meminimalisir risiko banjir di masa mendatang. Hingga berita ini diterbitkan, aparat gabungan masih bersiaga memantau perkembangan debit air di Kecamatan Abuki.