Pencarian

Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat Banjir 14 Hari, 587 Rumah di Kolaka Terendam

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:01:00 WIB
Kolaka Timur Tetapkan Status Darurat Banjir 14 Hari, 587 Rumah di Kolaka Terendam
Status darurat banjir Kolaka Timur ditetapkan selama 14 hari mulai 8 Mei 2026.

KOLAKA TIMUR — Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengambil langkah cepat dengan menetapkan status keadaan darurat bencana banjir melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/128 Tahun 2026. Penetapan ini merespons kondisi lapangan yang dinilai telah mengganggu kehidupan masyarakat secara luas di sejumlah titik terdampak.

Plt Bupati Kolaka Timur, Yosep Sahaka menjelaskan bahwa masa tanggap darurat ini akan berlangsung selama dua pekan. Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi penanganan dan penyaluran bantuan logistik berjalan lebih cepat dan tepat sasaran di wilayah yang terisolasi.

"Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, terhitung sejak 8 Mei hingga 22 Mei 2026," ujar Yosep Sahaka dalam keterangan resminya, Minggu (10/5/2026).

Daftar 12 Kecamatan di Kolaka Timur yang Masuk Status Darurat

Penetapan status darurat ini mencakup wilayah yang luas di Kabupaten Kolaka Timur. Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 12 kecamatan yang kini menjadi fokus penanganan utama karena dampak banjir yang signifikan.

Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Lambandia, Aere, Poli Polia, Dangia, Ladongi, dan Loea. Selain itu, wilayah Tirawuta, Lalolae, Tinondo, Mowewe, Uluiwoi, serta Ueesi juga masuk dalam daftar wilayah tanggap darurat banjir tahun ini.

Ratusan Rumah dan Puluhan Hektare Tambak di Kolaka Terdampak

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Kolaka. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 587 unit rumah warga terendam air setelah hujan deras memicu luapan sungai sejak Jumat (8/5/2026). Banjir terpantau menggenangi sembilan kelurahan di Kecamatan Latambaga, Kolaka, Pomalaa, dan Samaturu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan kerugian tidak hanya menyasar permukiman, tetapi juga sektor ekonomi warga. Selain rumah, fasilitas pendidikan dan lahan produktif milik masyarakat ikut terdampak luapan air.

"BPBD Kabupaten Kolaka melaporkan sebanyak 587 unit rumah, 10 unit fasilitas pendidikan, 23 hektare lahan sawah, 10,5 hektare tambak serta delapan hektare kebun terdampak banjir," ungkap Abdul Muhari.

Selain banjir, satu unit rumah warga di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan tanah longsor. Saat ini, tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pembersihan material lumpur dan menyiagakan pompa air di titik-titik genangan.

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 11 Mei

Masyarakat diminta tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih akan terjadi. Periode waspada ini diprediksi berlangsung setidaknya hingga 11 Mei 2026 di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan evakuasi di titik-titik rawan. Pemantauan kondisi debit sungai secara berkala menjadi kunci untuk memberikan peringatan dini bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks